Menag Ajak Umat Islam Perkuat Empati dan Kepedulian Sosial di Idulfitri

- Sabtu, 21 Maret 2026 | 07:25 WIB
Menag Ajak Umat Islam Perkuat Empati dan Kepedulian Sosial di Idulfitri

JAKARTA – Bagi umat Islam, Idulfitri selalu jadi momen yang dinanti. Tahun ini, Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak kita semua untuk memberi makna lebih dalam pada perayaan tersebut. Bukan cuma soal silaturahmi dan hidangan lezat, tapi lebih pada upaya memperkuat rasa empati dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Menurut Menag, ibadah puasa di bulan Ramadan sejatinya bukan ritual pasif menahan lapar dan dahaga semata. Lebih dari itu, ia adalah sarana ampuh untuk membentuk karakter. Karakter yang lebih peka dan tergerak oleh kondisi orang-orang di sekitar kita.

“Puasa adalah proses mengasah kepekaan sosial. Di balik rasa lapar dan dahaga, tersimpan pesan kuat tentang empati kepada sesama dan kepedulian pada mereka yang kekurangan,”

ujarnya dalam pesan resmi menyambut 1 Syawal 1447 Hijriah, yang dibacakan di Jakarta pada Jumat (20/3/2026).

Gema takbir yang berkumandang, lanjutnya, menandai akhir Ramadan. Namun begitu, ia seharusnya juga jadi simbol kemenangan spiritual yang nyata. Kemenangan macam apa? Yaitu kemampuan kita untuk menjaga nilai-nilai luhur yang telah dilatih sebulan penuh itu, lalu membawanya ke dalam keseharian.

“Kemenangan sejati bukan sekadar kembali pada rutinitas, tetapi keberhasilan menjaga nyala api kesalehan,”

Editor: Handoko Prasetyo


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar