Rayakan Idulfitri, Mentan Amran Pulang Kampung ke Bone
Suasana di Desa Mappesangka, Kecamatan Ponre, Kabupaten Bone, Sabtu (21/3/2026) terasa berbeda. Keramaian dan senyum hangat menyambut kedatangan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman beserta keluarga besar. Ia memilih merayakan hari raya Idulfitri tahun ini di kampung halamannya, Bakungnge.
Sejak Selasa lalu, sebenarnya Amran sudah berada di sana. Dan kedatangannya jelas disambut antusias. Rumahnya tak pernah sepi. Setiap hari dipadati tamu dari berbagai kalangan yang ingin bersilaturahmi. Mulai dari pejabat daerah, tokoh adat, para petani, sampai anak-anak muda. Mereka datang berduyun, saling bersalaman, berbagi cerita, merayakan momen kebersamaan lebaran.
Di pagi hari raya, Mentan Amran melaksanakan shalat Id di Lapangan Sepakbola Bakungnge. Tak sendirian, ia tampak bersama Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman dan Anggota DPR RI Andi Amar Ma'ruf Sulaiman.
“Lebaran adalah momen kebersamaan dan saling memaafkan. Saya sangat bahagia bisa berlebaran di kampung halaman di Bakungnge dan bertemu langsung dengan masyarakat,”
Ucapnya usai buka puasa bersama yang digelar Kamis malam sebelumnya. Kalimat itu ia sampaikan dengan nada haru.
Namun begitu, kunjungannya bukan sekadar untuk bersilaturahmi belaka. Sebagai kepala Badan Pangan Nasional, Amran memanfaatkan momen ini untuk terjun langsung mendengar suara warga. Ia berdialog dengan berbagai elemen masyarakat, menyantuni anak yatim, dan tentu saja, menyimak aspirasi serta kondisi riil sektor pertanian di daerah. Ia bahkan sempat meninjau sejumlah proyek strategis, seperti pengembangan Pelabuhan Industri di Tonra.
Di tengah kerumunan, ia tampak santai. Menyapa warga satu per satu dengan keramahan khas orang kampung. Tak ada jarak. Bagi masyarakat Bakungnge, kehadiran putra daerah yang kini menduduki jabatan strategis di pusat adalah kebanggaan besar. Mereka melihat sosok pemimpin yang tetap sederhana, yang tidak lupa dari mana ia berasal.
Pada akhirnya, momentum lebaran kali ini terasa lebih bermakna. Lebih dari sekadar ritual tahunan, ia menjadi jembatan yang mempererat hubungan. Antara pemerintah dan rakyat, antara seorang menteri dan tetangga-tetangganya. Semua larut dalam nilai kebersamaan yang memang sudah menjadi ciri khas Idulfitri di tanah Bone.
Artikel Terkait
118 BEM Nusantara Dialog Langsung dengan Mentan, Bahas Swasembada Pangan hingga Koperasi Desa
Calon Jemaah Haji Asal Mamuju Meninggal di RS Wahidin Sesaat Sebelum Diberangkatkan ke Tanah Suci
Mahfud MD Ungkap Sembilan Kultur Buruk di Polri, Kekerasan hingga Korupsi Jadi Sorotan Utama
BMKG: Sebagian Besar Wilayah Sulsel Berpotensi Hujan Sedang pada Kamis