Khatib Istiqlal Apresiasi Program Pemerintah, Tekankan Peran Masyarakat

- Sabtu, 21 Maret 2026 | 09:00 WIB
Khatib Istiqlal Apresiasi Program Pemerintah, Tekankan Peran Masyarakat

Suasana pagi di Masjid Istiqlal terasa khidmat. Di hadapan ribuan jamaah yang memadati pelataran, Prof Noorhadi Hasan, Rektor UIN Sunan Kalijaga, berdiri sebagai khatib Salat Idulfitri. Khutbahnya pagi itu tidak hanya berisi pesan spiritual, tapi juga menyentuh hal-hal yang sangat nyata: program pemerintah dan peran masyarakat.

Menurutnya, sejumlah langkah yang dijalankan pemerintah patut dapat apresiasi. Hasan menyebut beberapa poin, mulai dari upaya memupuk kerukunan, gerakan pemberantasan korupsi, hingga perbaikan mutu pendidikan. Dia juga menyinggung soal penguatan ekonomi lewat Koperasi Merah Putih dan program makan bergizi gratis.

Tapi, ada satu catatan penting dari Hasan.

"Program-program prioritas yang dijalankan pemerintah, seperti peningkatan kerukunan, pemberantasan korupsi, peningkatan mutu dan sarana-prasarana pendidikan, penguatan ekonomi kerakyatan melalui Koperasi Merah Putih, dan pemenuhan gizi masyarakat melalui makan bergizi gratis, merupakan langkah-langkah penting yang perlu diapresiasi demi mewujudkan bangsa yang lebih adil, sehat, dan sejahtera,"

Ucapnya di Jakarta, Sabtu (21/3/2026) itu. Namun begitu, semua program bagus itu, kata dia, tak akan berarti banyak tanpa dukungan publik. Masyarakat sendiri harus punya integritas dan sikap amanah.

Artinya, program yang baik butuh manusia yang bekerja sungguh-sungguh. Manusia yang tak cuma jaga hubungan dengan sesama, tapi juga punya kepedulian menjaga keseimbangan alam. Inilah amanah yang sebenarnya.

"Idulfitri juga mengajar kita bahwa kemenangan sejati adalah kemenangan yang melahirkan perdamaian berkelanjutan bagi seluruh umat manusia,"

Tambahan lagi, Hasan memberi perhatian pada isu internasional. Diplomasi pemerintah dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina juga dia nilai positif. Upaya itu, terlihat dari partisipasi aktif Indonesia di berbagai forum perdamaian dunia.

Jadi, khutbahnya pagi itu seperti pengingat. Kemenangan Idulfitri bukan akhir. Justru itu awal untuk terlibat, mengawal program-program kebangsaan, sambil tak lupa pada misi kemanusiaan yang lebih luas.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar