Ibu Korban Tewas di SDN Sukaratu 5 Minta Pelaku Dituntut Maksimal, Fokus Pulihkan Trauma Anak Kedua

- Selasa, 05 Mei 2026 | 19:20 WIB
Ibu Korban Tewas di SDN Sukaratu 5 Minta Pelaku Dituntut Maksimal, Fokus Pulihkan Trauma Anak Kedua

Duka mendalam masih menyelimuti Tuti Hidayati, orang tua dari Muhamad Milal, siswa yang menjadi korban meninggal dunia dalam kecelakaan di SDN Sukaratu 5, Desa Sukaratu, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang. Ia mengaku belum mampu melupakan momen tragis yang merenggut nyawa putra kandungnya tersebut.

“Saya masih dalam suasana duka, masih dalam berkabung,” ujar Tuti kepada awak media, Selasa (5/5/2026).

Kesedihan Tuti kian bertambah lantaran anak keduanya, yang juga tercatat sebagai siswa di sekolah yang sama, mengalami trauma berat setelah menyaksikan langsung peristiwa yang menimpa kakaknya. Ia menyebut sang anak sempat mengalami goncangan psikologis usai melihat proses evakuasi jenazah kakaknya.

“Setelah kejadian dia menyaksikan evakuasi kakaknya, kayanya trauma dan akhirnya berpikir ‘saya nggak punya kakak lagi’,” katanya.

Sementara itu, Tuti berharap pelaku penabrak anaknya dan siswa lainnya dapat diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Meski demikian, ia mengaku saat ini masih memprioritaskan pemulihan kondisi psikis anak keduanya serta menyiapkan rangkaian tahlilan selama satu pekan.

“Harus diproses sesuai dengan peraturan yang berlaku, cuman balik lagi kadang hukum di negeri kita begitu. Kemarin polisi mengusulkan mau mediasi, jadi saya hanya fokus ke anak dulu, urusan pelaku entar biar saya sama anak sembuh dulu,” tuturnya.

Di tengah upaya pemulihan, Tuti menyuarakan harapannya agar keadilan benar-benar ditegakkan atas kehilangan putra kandungnya. Ia mendesak agar proses pengusutan kasus ini berjalan secara transparan dan tidak ada upaya menutup-nutupi fakta di lapangan.

“Harapan dapat keadilan seadil-adilnya, setidaknya dia bertanggung jawab atas perbuatannya dalam bentuk apa pun. Dan prosesnya jangan ditutup-tutupin, kalau memang mau mediasi jangan ditutup-tutupin, pelakunya pejabat takut hilang begitu saja,” tegasnya.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar