Di Pendopo Kabupaten Banjarnegara, Minggu (15/3) lalu, suasana terasa haru. Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono hadir untuk menyerahkan santunan langsung kepada keluarga korban longsor di Desa Pandanarum. Bantuan itu, totalnya mencapai Rp 440 juta, diberikan untuk meringankan beban mereka yang kehilangan anggota keluarga atau menderita luka berat.
Dalam acara tersebut, Agus Jabo menyampaikan ucapan belasungkawa yang mendalam. Raut wajahnya serius, penuh empati.
"Kami atas nama Kemensos, atas nama pemerintah pusat, ingin mengucapkan belasungkawa yang sebesar-besarnya kepada bapak ibu alih waris. Mudah-mudahan almarhum, almarhumah yang kemarin terkena bencana mendapatkan tempat yang baik di sisi Allah SWT," ujar Agus Jabo.
Santunan itu dibagi untuk ahli waris 28 korban jiwa dan 4 korban luka berat. Masing-masing keluarga korban meninggal menerima Rp15 juta, sementara korban luka berat mendapat Rp 5 juta. Jumlahnya mungkin tak sebanding dengan kehilangan, tapi itulah yang bisa diberikan saat ini.
Tak cuma uang tunai. Bantuan lain juga turut disalurkan, termasuk bufferstock logistik senilai hampir Rp172 juta dan 20 paket sembako untuk warga yang terdampak. Semua ini, kata Agus Jabo, adalah bukti bahwa pemerintah hadir di tengah musibah.
"Jadi sekali lagi mohon maaf bapak-ibu, jangan dilihat nilainya," jelasnya. "Tapi itu sebagai salah satu bentuk nyata bahwa negara hadir di tengah-tengah kesedihan rakyatnya, pemerintah hadir di tengah-tengah cobaan yang diderita oleh masyarakatnya."
Menurutnya, penanganan bencana kini bergerak ke fase berikutnya: rehabilitasi dan rekonstruksi. Salah satu fokusnya adalah pembangunan hunian sementara atau huntara bagi warga yang rumahnya rusak. Bahkan, rencananya akan ada bantuan tambahan berupa perlengkapan isi rumah senilai Rp3 juta per keluarga untuk membeli kasur, lemari, dan keperluan rumah tangga mendasar.
"Nilainya itu Rp 3 juta, ya juga sebagai salah satu bentuk atensi kita kepada panjenengan sedaya (bapak ibu sekalian) yang sekarang ini tinggal di huntara," kata Agus Jabo. "Nanti Pak Wakil akan berkomunikasi dengan Kemensos supaya mengajukan usulan, terus meminta supaya ada dukungan untuk isi hunian rumah."
Di sisi lain, Wakil Bupati Banjarnegara Wakhid Jumali menyambut baik langkah pemerintah pusat ini. Ia mengapresiasi bantuan yang datang tepat waktu. Saat ini, pembangunan huntara sudah berjalan sekitar 100 unit telah berdiri, dan 92 unit lagi akan segera menyusul.
"Kita masih ada 92 huntara yang insyaallah dalam waktu segera, nanti mungkin BNPB juga hari ini akan hadir tentunya, sehingga support dari pemerintah pusat, dari Kementerian Sosial ini tentu sangat berarti," kata Wakhid.
Ia menegaskan bahwa kehadiran dan kebijakan dari pusat sangat membantu proses pemulihan. Bukan sekadar bantuan material, tapi juga memberi semangat.
"Sangat membantu sekali untuk kemudian recovery, sehingga para korban terdampak ini bisa kemudian segera pulih kembali tentunya dari segala aspeknya. Sekali lagi terima kasih yang sebesar-besarnya," ujar Wakhid menambahkan.
Hari itu di pendopo, meski duka masih terasa, ada secercah harapan yang mencoba ditumbuhkan. Bantuan datang, proses pemulihan mulai terlihat, meski jalan yang harus ditempuh masih panjang.
Artikel Terkait
Menteri LH Siapkan Mitigasi Antisipasi Kebakaran Hutan Akibat El Nino Panjang
Mendagri Tito Karnavian Apresiasi Peran TNI dalam Kendalikan Inflasi dan Jaga Stabilitas Nasional
Taylor Swift Kritik Fans yang Terlalu Jauh Menebak Makna di Balik Lagu-lagunya
Pemerintah Tetapkan Aturan Ketat Pendirian Daycare, Wajib Miliki Legalitas dan Pelatihan Perlindungan Anak