Bassem Khandaqji: 21 Tahun Dalam Penjara Israel, Kini Bebas dengan 3 Hukuman Seumur Hidup

- Kamis, 16 Oktober 2025 | 16:20 WIB
Bassem Khandaqji: 21 Tahun Dalam Penjara Israel, Kini Bebas dengan 3 Hukuman Seumur Hidup

Bassem Khandaqji, sastrawan Palestina kelahiran 1983, akhirnya dibebaskan setelah lebih dari dua dekade mendekam di penjara Israel. Ia dibebaskan dalam sebuah kesepakatan pertukaran tawanan pada 13 Oktober 2025 dan kemudian dideportasi ke Mesir.

Momen Haru: Bertemu Karyanya yang Telah Terbit

Salah satu momen paling mengharukan setelah pembebasannya adalah ketika Bassem Khandaqji (42 tahun) memeluk novel-novelnya untuk pertama kalinya. Karya-karya tersebut berhasil dicetak dan didistribusikan setelah naskahnya diselundupkan keluar selama masa penahanannya. Foto ini berbanding terbalik dengan potret dirinya di usia 21 tahun, tak lama sebelum ia ditangkap.

Profil dan Perjalanan Akademik Bassem Khandaqji

Bassem Khandaqji adalah seorang penulis dan sastrawan Palestina yang menempuh pendidikan di bidang jurnalisme dan media di Universitas Nasional An-Najah dan Universitas Al-Quds. Dari balik jeruji besi, ia menghasilkan sejumlah novel dan koleksi puisi yang beberapa di antaranya bahkan telah diterjemahkan ke dalam bahasa asing, seperti Prancis dan Inggris.

Prestasi Gemilang: Raih Arabic Booker Prize 2024

Puncak prestasinya diraih ketika novelnya yang berjudul "A Mask, the Color of the Sky" (قناع بلون السماء) berhasil memenangkan penghargaan bergengsi International Prize for Arabic Fiction (IPAF) atau yang lebih dikenal sebagai Arabic Booker Prize pada tahun 2024. Kemenangan ini semakin mengukuhkan namanya di kancah sastra dunia.

Aktivisme Politik dan Penangkapan

Kesadaran politik Khandaqji terbentuk sejak dini. Ia menyaksikan langsung Intifada Pertama yang mendorongnya untuk bergabung dengan Partai Rakyat Palestina di usia 15 tahun. Nasibnya berubah pada 2 November 2004, ketika pasukan Israel menangkapnya atas tuduhan terlibat dalam pengeboman Pasar Carmel yang menewaskan tiga warga sipil Israel. Pada 7 Juni 2005, ia dijatuhi hukuman tiga hukuman seumur hidup dan dituntut membayar kompensasi senilai $11,6 juta kepada keluarga korban.

Produktivitas dari Balik Penjara

Meski terkurung, semangatnya tak pudar. Khandaqji justru melanjutkan pendidikannya di Universitas Al-Quds dari dalam penjara, mempelajari ilmu politik dan menulis tesis tentang studi Israel. Ia juga semakin giat menulis. Buku pertamanya, "Drafts of the Homeland Lover", berisi sepuluh artikel tentang isu Palestina. Ia kemudian menerbitkan karya lain seperti "Thus Humanity Is Dying", kumpulan puisi "A Know on the Walls of the Place", serta novel sejarah "The Eclipse Badreddine" yang terbit pada Desember 2018.

Sumber artikel asli: https://portal-islam.id/2025/10/14/bassem-khandaqji-sastrawan-palestina-pemenang-arabic-booker-prize-2024-dibebaskan-israel/

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler