Bassem Khandaqji, sastrawan Palestina kelahiran 1983, akhirnya dibebaskan setelah lebih dari dua dekade mendekam di penjara Israel. Ia dibebaskan dalam sebuah kesepakatan pertukaran tawanan pada 13 Oktober 2025 dan kemudian dideportasi ke Mesir.
Momen Haru: Bertemu Karyanya yang Telah Terbit
Salah satu momen paling mengharukan setelah pembebasannya adalah ketika Bassem Khandaqji (42 tahun) memeluk novel-novelnya untuk pertama kalinya. Karya-karya tersebut berhasil dicetak dan didistribusikan setelah naskahnya diselundupkan keluar selama masa penahanannya. Foto ini berbanding terbalik dengan potret dirinya di usia 21 tahun, tak lama sebelum ia ditangkap.
Profil dan Perjalanan Akademik Bassem Khandaqji
Bassem Khandaqji adalah seorang penulis dan sastrawan Palestina yang menempuh pendidikan di bidang jurnalisme dan media di Universitas Nasional An-Najah dan Universitas Al-Quds. Dari balik jeruji besi, ia menghasilkan sejumlah novel dan koleksi puisi yang beberapa di antaranya bahkan telah diterjemahkan ke dalam bahasa asing, seperti Prancis dan Inggris.
Artikel Terkait
Trans-Sulawesi Diprediksi Dilintasi 5,36 Juta Pemudik pada Lebaran 2026
Harga Emas Perhiasan Stabil di Awal Pekan, Berikut Rinciannya
Iran Klaim Serang Empat Pangkasan Udara AS di Timur Tengah dalam Operasi Janji Setia 4
Kue Bolu Bantat untuk Siswa SD Pangkep Kembali Soroti Pengawasan Program Gizi