Masa depan NATO, menurut Donald Trump, bakal suram. Sangat buruk, katanya. Pernyataan itu dilontarkan mantan Presiden AS itu sebagai peringatan keras kepada sekutu-sekutu Amerika di Eropa. Intinya sederhana: mereka harus turun tangan membantu membuka Selat Hormuz.
Seperti diketahui, Iran menutup jalur pelayaran vital itu di tengah memanasnya konflik Timur Tengah. Efeknya langsung terasa: harga minyak dunia melonjak. Trump, dalam sebuah wawancara singkat dengan The Financial Times, merasa sudah waktunya Eropa membalas budi.
"Kami sudah membantu Ukraina," ujarnya, merujuk pada perang melawan Rusia. Kini, giliran mereka menanggapi di Teluk Persia.
"Jika tidak ada tanggapan atau jika itu adalah tanggapan negatif, saya pikir itu akan sangat buruk bagi masa depan NATO,"
Begitu Trump menegaskan posisinya, seperti dilaporkan AFP, Senin (16/3/2026). Kritiknya terhadap aliansi militer itu memang bukan hal baru. Selama bertahun-tahun, ia kerap menyebut negara-negara anggota NATO terlalu mengandalkan dan memanfaatkan kemurahan hati Amerika Serikat.
Artikel Terkait
Polisi Ungkap Modus dan Rute Pelarian Pelaku Penyiran Air Keras ke Aktivis Andrie Yunus
KPK Sita Uang Tunai Rp 1 Miliar dari Rumah Kadis PUPR dalam OTT Bupati Rejang Lebong
Muhammad Abdul Ghani Resmi Gantikan Agus Sutomo sebagai Dirut PT Agrinas Palma Nusantara
Polri Bentuk Tim Gabungan Usut Penyegelan Air Keras ke Aktivis KontraS