Usulan Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar atau yang akrab disapa Cak Imin, agar PNS bekerja dari rumah (WFH) menyulut beragam tanggapan. Gagasan itu dilontarkan untuk mengantisipasi dampak konflik Timur Tengah, khususnya terkait efisiensi BBM. Menanggapi hal itu, anggota Komisi II DPR dari Fraksi NasDem, Ujang Bey, menyatakan apresiasinya.
"Saya sebagai Anggota Komisi II mengapresiasi usulan tersebut (WFH) dalam rangka efisiensi BBM," kata Ujang kepada wartawan, Senin (16/3/2026).
Dia menambahkan, momentumnya juga berdekatan dengan libur Hari Raya Idul Fitri dan Nyepi. "Memang beberapa hari lagi juga kita akan menghadapi libur tersebut," ujarnya.
Namun begitu, Ujang menekankan bahwa pemerintah tidak boleh gegabah. Jika kebijakan WFH benar-benar akan diterapkan, ia meminta agar pemerintah punya desain yang jelas dan terukur. Tanpa itu, hasilnya bisa tidak optimal.
"Saya kira pemerintah perlu juga membuat desain WFH ini dengan jelas dan terukur," sambungnya.
Menurut politikus NasDem itu, ada beberapa hal krusial yang harus dipetakan. Pertama, hitungan detail soal potensi penghematan BBM. Berapa liter yang bisa dihemat? Itu harus ada datanya. Yang tak kalah penting, pelayanan publik harus tetap berjalan maksimal. Jangan sampai masyarakat dirugikan hanya karena pegawai bekerja dari rumah.
"(Perlu dihitung) baik secara data berapa BBM yang kita mau hemat serta bagaimana pelayanan terhadap masyarakat tetap berjalan dengan baik dan efektif meskipun WFH diberlakukan," tegas Ujang.
Artikel Terkait
KPK Sita Uang Tunai Rp 1 Miliar dari Rumah Kadis PUPR dalam OTT Bupati Rejang Lebong
Muhammad Abdul Ghani Resmi Gantikan Agus Sutomo sebagai Dirut PT Agrinas Palma Nusantara
Polri Bentuk Tim Gabungan Usut Penyegelan Air Keras ke Aktivis KontraS
Prabowo Tegaskan Batas Defisit Anggaran 3% PDB Tak Diubah Kecuali Darurat Besar