Polisi Bongkar Komplotan ATM, Modus Ganjal Kartu Rugikan Korban Rp274 Juta

- Kamis, 23 April 2026 | 00:20 WIB
Polisi Bongkar Komplotan ATM, Modus Ganjal Kartu Rugikan Korban Rp274 Juta

Polisi Jakarta Timur baru-baru ini membongkar aksi komplotan penjahat yang memanipulasi mesin ATM. Modusnya klasik, tapi tetap saja bikin jera: mereka mengganjal slot kartu hingga nasabah tertipu dan kehilangan uangnya. Kerugiannya gak main-main, mencapai ratusan juta rupiah.

Kasat Reskrim AKBP Bayu Kurniawan membeberkan, ada empat tersangka yang berhasil diamankan. Mereka hanya disebut dengan inisial HF, A, AT, dan D.

"Dalam kejadian ini, kami telah melakukan penangkapan terhadap empat orang pelaku," ujar Bayu dalam jumpa pers di Mapolres Jaktim, Rabu (22/4/2026).

Menurut penjelasannya, semua berawal dari sebuah laporan polisi di akhir Maret lalu. Aksi penipuan itu sendiri terjadi lebih dulu, tepatnya pada Kamis pagi, 19 Maret, di sebuah ATM wilayah Cipayung.

Korbannya datang berniat menarik uang. Tapi nahas, begitu kartu ATM dimasukkan, kartu itu tersangkut dan mesinnya mendadak macet total. Situasi kacau ini rupanya dimanfaatkan dengan sangat licik oleh para pelaku.

"Awalnya korban datang ke lokasi untuk melakukan transaksi penarikan ATM. Namun, pada saat korban memasukkan kartu ATM, terjadi kartu ATM tersebut tersangkut di mesin dan mesin tidak dapat digunakan," jelas dia.

Beberapa orang yang berpura-pula baik hati segera mendekat, menawarkan bantuan. Mereka lalu dengan santainya menyarankan si korban untuk mencoba memasukkan PIN-nya dulu. Tanpa curiga, korban pun menuruti.

"Dan pada saat korban memasukkan PIN tersebut, pelaku ini mengamati dan menghafal PIN ATM korban itu sendiri," imbuh dia.

Giliran pelaku lain tampil. Dia berlagak sebagai nasabah yang juga kebingungan, lalu dengan sok menolong menyarankan korban untuk segera melapor ke bank terdekat. Korban yang panik pun menurut, meninggalkan mesin ATM beserta kartunya yang masih tersangkut.

"Nah, pada saat korban berusaha untuk melapor, meninggalkan ATM, maka ada pelaku lain yang mencoba untuk mengambil kartu ATM yang tadi tersangkut di mulut mesin ATM," ucapnya.

Dan begitulah. Saat korban sibuk ke bank, rekeningnya justru dikuras habis dari tempat lain.

"Nah, pada saat tersebut, ketika korban sudah meninggalkan tempat, korban tanpa sepengetahuannya menyadari bahwa dana korban yang terdapat pada rekeningnya itu terkuras habis. Jadi dalam kejadian ini, dana korban yang hilang tanpa sepengetahuannya itu sebesar Rp 274 juta," sambungnya.

Dari penyelidikan, masing-masing pelaku punya peran yang sudah diatur rapi. Seperti sebuah lakon kejahatan yang diskenariokan.

HF ditugaskan memasang alat pengganjal. Barangnya sederhana tapi efektif: tusuk gigi yang sudah dimodifikasi sedemikian rupa.

Si A bertugas sebagai mata-mata, mengintip dan menghafal PIN korban di saat dia pura-pura membantu. Lalu ada AT, sang pengalih perhatian, yang sukses membujuk korban pergi dari lokasi.

"Selanjutnya kami menangkap pelaku dengan inisial AT yang berperan untuk mengalihkan korban dan menyarankan korban untuk melapor ke bank terdekat, sehingga korban meninggalkan mesin ATM beserta dengan kartu ATM yang tersangkut," katanya.

Puncaknya, peran D. Dialah yang mengambil kartu yang sudah tersangkut tadi, lalu bersama kawan-kawannya, melucuti isi rekening korban sampai tandas.

"Dan keempat adalah pelaku dengan inisial D, di mana pelaku ini memiliki peran untuk mengambil ATM korban yang sudah tersangkut di mesin ATM tadi," imbuhnya.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar