Dalam sebuah obrolan santai yang terekam, Ahmad Sahroni mengungkap sebuah tawaran politik yang cukup mengejutkan. Sahroni, yang tak lain adalah Bendahara Umum DPP Partai NasDem, bercerita bahwa Presiden terpilih Prabowo Subianto pernah menawari Ketua Umum partainya, Surya Paloh, sejumlah kursi menteri.
Percakapan ini terjadi saat Sahroni berbincang dengan komika Pandji Pragiwaksono. Rekaman obrolan mereka kemudian beredar luas di kanal YouTube milik Pandji.
“Dan gua dengar sendiri,” ujar Sahroni menirukan percakapan tersebut, “‘Abang kalau mau menteri berapa aja sebut saja sama saya, saya kasih.’”
Mendengar hal itu, Pandji pun langsung menyelidiki.
“Yang ngomong gitu siapa?” tanyanya.
“Prabowo,” jawab Sahroni singkat.
“Ngomong ke?”
“Surya Paloh,” tutup politikus NasDem itu.
Namun begitu, seperti yang akhirnya kita ketahui, tawaran menggiurkan itu ditolak oleh Surya Paloh. Meski mendapat angin segar untuk memasukkan kadernya ke kabinet, sang ketua umum memilih agar NasDem tetap berada di luar pemerintahan Prabowo. Kendati demikian, Paloh tetap menegaskan dukungannya pada pemerintahan yang akan datang.
Alasan penolakannya sendiri cukup prinsipil. Menurut Paloh, NasDem tidak ikut serta dalam koalisi pendukung Prabowo di Pilpres 2024. Karena itu, rasanya tak etis bila kemudian ikut nimbrung menikmati jabatan. “Tidak ikut berkeringat kok ikut menikmati,” kira-kira begitu prinsip yang dipegangnya. Sebuah sikap yang jarang ditemui di gelanggang politik kita.
Artikel Terkait
Delapan Warga Luka Akibat Bentrok dengan Oknum TNI di Bendungan Way Rarem, Mediasi Capai Damai
Kuasa Hukum Paulus Tannos Kaji Banding Usai Gugatan Ekstradisi Ditolak Pengadilan Singapura
181 Kontingen Pesparawi Sulsel Siap Berlaga di Manokwari, Targetkan Prestasi di Ajang Nasional XIV
393 Jemaah Haji Bone Pulang Seluruhnya, Wabup Sambut Langsung di Asrama Haji Makassar