Isu Ketegangan Presiden dan Kapolri Mencuat, Ahmad Yani: Ada Sinyal "Kejutan" dari Lingkaran Dalam Prabowo
Suasana panas tiba-tiba menyergap ruang publik. Isu tentang ketegangan antara Presiden Prabowo Subianto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo kini ramai dibicarakan. Pemicunya? Pernyataan Kapolri yang menolak wacana penempatan Polri di bawah kementerian. Konon, sikap itu membuat sang Presiden marah besar.
Menurut sejumlah saksi, bukan cuma satu atau dua sumber yang bercerita. Sedikitnya tiga narasumber berbeda, secara terpisah, menyebut sikap Kapolri dinilai arogan. Mereka bilang, itu sudah melampaui batas. Secara konstitusional, kan, Polri memang berada langsung di bawah Presiden. Jadi, wajar kalau ada yang tersinggung.
Ketua Umum Partai Masyumi, Ahmad Yani, bahkan menyoroti hal ini. Dia menilai Kapolri sudah beberapa kali menunjukkan sikap yang berseberangan dengan atasan langsungnya. Pernyataan Yani dapat dibilang mendapat penguatan dari komentar mantan Panglima TNI, Gatot Nurmantyo.
Gatot mempertanyakan sikap Kapolri terkait instruksi kepada jajarannya untuk "melawan sampai titik darah penghabisan" terhadap suatu wacana.
"Memangnya dia mau memberontak?" ujar Gatot dalam pernyataan yang beredar, Kamis lalu.
Artikel Terkait
Video Call Saat Nyetir, Seorang Perempuan Tabrak Lari Pekerja Jalan hingga Tewas
Pesta Miras di Tepi Sungai Berujung Tragis, Pemuda Tewas Terseret Arus
Masjid Kampus dan Ancaman Penjinakan Birokrasi
Deddy Corbuzier Bergerak, Siapkan Gerai Usaha untuk Kakek Penjual Es Gabus