Suasana di kawasan Camming, Libureng, Kabupaten Bone, Selasa sore itu cukup ramai. Menjelang azan maghrib, Mentan Andi Amran Sulaiman memilih ngabuburit di kampung halamannya sendiri. Ia tak sendirian. Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman, turut mendampingi dalam kunjungan santai ini.
Interaksi dengan warga berlangsung hangat. Mentan menyapa para pedagang takjil yang berjajar di pinggir jalan. Senyum dan canda mewarnai pertemuan itu. Yang menarik perhatian, Amran tiba-tiba memborong semua takjil dari salah satu lapak.
"Berapa semua ini, Bu?" tanyanya pada pedagang di hadapannya.
Tanpa banyak bicara, ia langsung membayarnya. Tapi, takjil itu bukan untuk dibawa pulang.
"Bagikan semua ya ke masyarakat dengan gratis," ucap Mentan, memberi instruksi.
Spontan, sorak riuh dan tepuk tangan warga yang menunggu berbuka pun terdengar. Aksi dadakan itu benar-benar mengejutkan, tapi dalam arti yang baik. Si pedagang, yang dagangannya ludes seketika, tak bisa menyembunyikan kegembiraannya.
"Terima kasih puang," ujarnya, tersipu.
Langkah sederhana itu punya efek ganda. Di satu sisi, tentu saja membantu pedagang kecil. Di sisi lain, bagi warga yang hadir, itu adalah bentuk kepedulian yang langsung terasa di bulan Ramadan. Suasana ngabuburit jadi lebih semarak.
Kehadiran pejabat tinggi di tengah keriuhan warung takjil, menurut sejumlah saksi, terasa lebih manusiawi. Bukan sekadar seremonial. Kedekatan itu yang dirindukan, dan sore itu terasa sekali. Pemerintah dan warga, duduk sama rendah, berdiri sama tinggi, menunggu waktu berbuka bersama.
Artikel Terkait
Mobil Boks Terguling di Jalur Banjar-Pangandaran, Sopir Terjebak Dua Jam
Kericuhan Usai Persib Kalahkan Bhayangkara, Suporter Lempar Flare ke Arah Steward
Shakhtar Donetsk Jamu Crystal Palace di Semifinal Conference League di Polandia Akibat Perang
Braga dan Freiburg Bersaing Ketat di Semifinal Liga Europa, Leg Kedua Jadi Penentu