Nah, yang bikin spekulasi makin liar adalah kabar dari lingkaran dalam Prabowo. Seorang sumber yang mengaku baru bertemu dengan orang-orang dekat Presiden menyebut, Prabowo sedang menahan amarahnya. Dan dia meminta publik bersabar.
"Presiden marah besar. Tunggu sebentar lagi akan ada kejutan," begitu kata sumber tersebut, Rabu malam.
Kalimat "kejutan" itu langsung memantik berbagai tafsir. Banyak yang menduga-duga. Apakah ini berkaitan dengan perombakan besar di tubuh Polri? Atau bahkan pencopotan sang Kapolri? Sampai detik ini, Istana dan Mabes Polri sama-sama tutup mulut. Belum ada konfirmasi resmi sedikitpun.
Di sisi lain, pengamat politik Rokhmat Widodo melihat polemik ini punya akar yang dalam. Menurutnya, ini cerminan perdebatan lama soal posisi dan reformasi kelembagaan Polri. Sekaligus, ujian nyata bagi konsistensi Prabowo dalam menegakkan prinsip komando sipil atas penegak hukum.
Sekarang, bola ada di tangan Presiden. Publik hanya bisa menunggu langkah konkret. Tanpa keputusan yang tegas, isu panas ini bisa jadi cuma dianggap sebagai angin lalu sebuah manuver opini belaka yang akhirnya menguap.
Artikel Terkait
21 Terdakwa Kerusuhan DPR Divonis Pengawasan, Bebas dari Jeruji
Welas Asih yang Sejati Lahir dari Tubuh yang Tenang, Bukan Paksaan Moral
Rapat Darurat PBNU Pulihkan Posisi Gus Yahya sebagai Ketua Umum
Kaban Soroti Eksploitasi Hutan dan Penegakan Hukum yang Lembek