Dini hari tadi, kawasan Asia Barat diguncang eskalasi militer baru. Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) secara terbuka menyatakan telah melancarkan serangan ke sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat. Serangan yang terjadi pada Minggu (15/3/2026) pagi buta itu, menurut mereka, adalah bagian dari operasi bertajuk "Operation True Promise 4" atau Operasi Janji Setia 4.
Lewat sebuah pernyataan resmi yang dirilis humasnya, IRGC mengklaim aksi ini dilakukan secara terkoordinasi oleh unit angkatan laut mereka. Sasaran? Empat pangkalan udara utama AS yang tersebar di beberapa negara sekutu.
Keempat fasilitas itu adalah Pangkalan Udara Al-Dhafra di Uni Emirat Arab, Ali Al-Salem di Kuwait, lalu Sheikh Isa di Bahrain, dan tidak ketinggalan Al-Udeid di Qatar. Basis-basis ini memang dikenal sebagai titik penting proyeksi kekuatan Amerika di kawasan.
Menurut klaim Iran, serangan dilancarkan dengan memakai beragam sistem persenjataan. Mereka melepas rudal balistik, rudal jelajah yang diklaim punya hulu ledak baru, plus drone serang. Tujuannya bukan sekadar menyentuh tanah kosong, tapi melumpuhkan fasilitas-fasilitas kunci di dalamnya.
Target yang disebut cukup spesifik: pusat komando dan kendali, menara pengawas lalu lintas udara, hanggar untuk pertahanan udara, hingga fasilitas logistik militer. Intinya, mereka ingin mengganggu saraf dan otot dari operasi AS di sana.
Artikel Terkait
Harga Emas Perhiasan Stabil di Awal Pekan, Berikut Rinciannya
Kue Bolu Bantat untuk Siswa SD Pangkep Kembali Soroti Pengawasan Program Gizi
Bandara Sultan Hasanuddin Sambut Pemudik dengan Hampers Kejutan di Conveyor Belt
Lille Kalahkan Rennes 2-1 di Roazhon Park, Perkuat Posisi di Papan Atas