Di hadapan anggota Komisi XII DPR RI, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkap sebuah insiden yang cukup merugikan. Ternyata, di awal tahun ini terjadi kebocoran pipa gas milik PT Transportasi Gas Indonesia (TGI) di Sumatera. Akibatnya? Potensi produksi minyak nasional hilang sekitar 2 juta barel.
Rupanya, kebocoran itu sempat menghentikan aliran gas ke Blok Rokan. Dampaknya langsung terasa, kegiatan produksi minyak di lapangan Rokan pun ikut terganggu. Sebuah musibah kecil, tapi konsekuensinya tidak bisa dibilang sepele.
“Nah, izin pimpinan kami laporkan bahwa kita di awal tahun ini mengalami ada sedikit musibah kecil di Sumatera, pipa kita bocor yang kehilangan potensi loss kurang lebih sekitar 2 juta barel di awal tahun,”
Begitu penjelasan Bahlil saat rapat kerja di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis lalu.
Memang, insiden ini dikategorikan sebagai kecelakaan. Namun begitu, Bahlil tak menampik ada unsur kelalaian di dalamnya. Menurutnya, ada aspek ketidakikhtiaran dalam pengelolaan yang harus diakui. Dan untuk itu, dia tak akan tinggal diam.
“Jadi pipanya yang bocor, tapi ini saya akan langsung memberikan sanksi kepada pejabat yang ada di ESDM dan di BUMN terkait, karena saya anggap itu sebuah betul sebuah kecelakaan tapi ada sebuah ketidakikhtiaran dari kami. Tapi apa pun ceritanya, itu kesalahan kami,”
Jelasnya lagi. Sanksi bakal diberikan kepada pejabat terkait, baik di lingkungan kementeriannya maupun BUMN yang terlibat langsung. Meski disebut kecelakaan, tanggung jawab tetap harus ditegakkan. Itu poin yang ditekankannya.
Artikel Terkait
IHSG Anjlok 3,06 Persen, Lima Hari Beruntun Terkoreksi Imbas Tekanan Jual Saham Konglomerat dan Perbankan
Grup Astra Kuasai 91,44% Saham Mega Manunggal Property, Fokus Tingkatkan Okupansi Gudang
IHSG Anjlok 3,06 Persen ke Level 7.152, Seluruh Sektor Saham Tertekan
Saham LPPF dan ASGR Anjlok ke ARB Usai Ex Dividen, Terjebak Fenomena Dividend Trap