Pasar saham Indonesia hari ini benar-benar berdarah. IHSG ditutup anjlok 3,27 persen ke level 7.337, menandai awal pekan yang suram bagi para investor. Tekanan jual yang masif terjadi hampir sepanjang hari.
Bahkan, di sesi perdagangan, indeks sempat terjun bebas hingga ke level terendah 7.156. Bayangkan, dari ratusan saham yang diperdagangkan, hanya 73 yang mampu bertahan di zona hijau. Sementara itu, 744 lainnya terperosok, dan 141 saham lainnya tak bergerak sama sekali. Suasana benar-benar lesu.
Transaksi pun terlihat ramai, tapi lebih didominasi aksi jual. Volume perdagangan mencapai 43,15 miliar saham dengan nilai transaksi Rp23,82 triliun. Angka yang besar, namun sayangnya lebih banyak mencerminkan kepanikan.
Rupanya, koreksi ini tak cuma menyasar IHSG. Indeks-indeks utama lainnya juga babak belur. LQ45 turun 3,28 persen, IDX30 melemah 3,11 persen. Indeks berbasis syariah seperti JII bahkan terpukul lebih dalam, dengan penurunan mencapai 4,02 persen. SRI-KEHATI dan ISSI juga tak berkutik, masing-masing merosot 3,24 persen dan 3,65 persen.
Yang lebih memprihatinkan, hampir semua sektor parkir di zona merah. Dari energi, keuangan, sampai bahan baku semuanya tertekan. Sektor properti dan teknologi juga ikut terimbas, menandakan tekanan yang bersifat luas dan sistemik. Hampir tidak ada tempat berlindung.
Artikel Terkait
BNI Bagikan Dividen Rp13,03 Triliun dan Setujui Buyback Rp905,48 Miliar
Rupiah Melemah ke Rp16.949, Tertekan Gejolak Minyak dan Ketegangan Timur Tengah
Saham RANC Dikendalikan Grup Djarum Setelah Akuisisi Blibli
Krakatau Steel Genjot Infrastruktur Modular untuk Jawab Kebutuhan Sosial