IHSG Anjlok 3,27%, Pasar Saham Indonesia Dibanjiri Aksi Jual

- Senin, 09 Maret 2026 | 17:00 WIB
IHSG Anjlok 3,27%, Pasar Saham Indonesia Dibanjiri Aksi Jual

Pasar saham Indonesia hari ini benar-benar berdarah. IHSG ditutup anjlok 3,27 persen ke level 7.337, menandai awal pekan yang suram bagi para investor. Tekanan jual yang masif terjadi hampir sepanjang hari.

Bahkan, di sesi perdagangan, indeks sempat terjun bebas hingga ke level terendah 7.156. Bayangkan, dari ratusan saham yang diperdagangkan, hanya 73 yang mampu bertahan di zona hijau. Sementara itu, 744 lainnya terperosok, dan 141 saham lainnya tak bergerak sama sekali. Suasana benar-benar lesu.

Transaksi pun terlihat ramai, tapi lebih didominasi aksi jual. Volume perdagangan mencapai 43,15 miliar saham dengan nilai transaksi Rp23,82 triliun. Angka yang besar, namun sayangnya lebih banyak mencerminkan kepanikan.

Rupanya, koreksi ini tak cuma menyasar IHSG. Indeks-indeks utama lainnya juga babak belur. LQ45 turun 3,28 persen, IDX30 melemah 3,11 persen. Indeks berbasis syariah seperti JII bahkan terpukul lebih dalam, dengan penurunan mencapai 4,02 persen. SRI-KEHATI dan ISSI juga tak berkutik, masing-masing merosot 3,24 persen dan 3,65 persen.

Yang lebih memprihatinkan, hampir semua sektor parkir di zona merah. Dari energi, keuangan, sampai bahan baku semuanya tertekan. Sektor properti dan teknologi juga ikut terimbas, menandakan tekanan yang bersifat luas dan sistemik. Hampir tidak ada tempat berlindung.

Di tengah pelemahan massal itu, masih ada sedikit cahaya. Indo Premier Investment Management (XISB) jadi pemenang dengan kenaikan fantastis 34,62 persen. Tapi, itu lebih seperti pengecualian.

Di sisi lain, daftar saham yang terpukul jauh lebih panjang dan dramatis.

PT Supra Boga Lestari Tbk (RANC) dan PT Hotel Sahid Jaya International Tbk (SHID) masing-masing ambruk di atas 24 persen. Sementara itu, papan losers dihuni oleh saham-saham seperti PT Arracord Nusantara Group Tbk (RONY), PT Morenzo Abadi Perkasa Tbk (ENZO), dan PT Paperocks Indonesia Tbk (PPRI). Ketiganya sama-sama terperosok 15 persen, batas bawah yang diizinkan dalam satu hari perdagangan.

Senin yang kelam ini tentu meninggalkan tanda tanya besar. Apa yang akan terjadi besok? Investor pasti menunggu dengan napas tertahan.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar