Pertanyaan "saham RANC milik siapa?" mencuat lagi setelah saham PT Supra Boga Lestari Tbk itu melesat jadi top gainer. Pada Senin, 9 Maret 2026, saham dengan kode RANC itu melonjak 24,53 persen, mengunci harga di level Rp660 per lembar. Kenaikan yang cukup signifikan, tentunya.
Bagi yang belum familiar, RANC adalah pengelola jaringan supermarket Ranch Market. Perusahaannya bergerak di distribusi dan ritel barang konsumen primer. Mereka sudah berdiri sejak 1997, dan menariknya, nama perusahaan ini tak pernah berubah sejak awal berdiri.
Awal ceritanya, konsep Ranch Market yang mereka kelola sebenarnya lisensi dari Amerika Serikat. Tapi, ya, selera konsumen Indonesia kan beda. Akhirnya, perseroan menyesuaikan konsepnya sendiri agar lebih cocok untuk kalangan menengah ke atas di dalam negeri.
Perkembangan bisnisnya cukup menarik. Di tahun 2007, mereka meluncurkan brand baru: Farmer’s Market. Konsepnya lebih luas, dengan penekanan pada produk lokal yang lebih beragam. Kalau Ranch Market fokus pada produk impor lengkap untuk ekspatriat dan kalangan atas, Farmer’s Market hadir dengan nuansa yang berbeda.
Yang cukup krusial adalah keputusan di tahun 2010. Saat itu, RANC memutuskan hubungan lisensi dengan Ranch Market AS. Mereka kemudian mendapat izin untuk menggunakan nama Ranch Market di Indonesia secara independen. Lepas dari induknya di AS.
Ekspansi terus berjalan. Beberapa brand baru diluncurkan untuk menjangkau segmen yang lebih spesifik. Ada The Gourmet by Ranch Market untuk pasar premium kelas atas. Lalu, Day2Day by Farmers Market, yang lebih ditujukan untuk mereka yang tinggal di apartemen atau kawasan perkantoran. Mereka juga tak ketinggalan tren digital, dengan meluncurkan platform belanja online bernama GetMyStore.
"Platform ini memudahkan pelanggan belanja barang dari Ranch Market dan Farmers Market tanpa harus datang ke toko," begitu kira-kira konsepnya.
Namun begitu, perubahan besar terjadi pada 2021. Mayoritas saham RANC dibeli oleh PT Global Digital Niaga Tbk (BELI), yang tak lain adalah perusahaan di balik Blibli dan bagian dari korporasi Djarum Grup. Pergantian pengendali saham ini punya dampak yang jelas terhadap struktur kepemilikan.
Hingga 2021, jaringan tokonya sudah mencapai 70 unit. Rinciannya: 18 Ranch Market, 36 Farmers Market, 2 The Gourmet, 3 Day2Day, dan 11 Farmers Family. Toko-toko ini tersebar dari Jabodetabek, Surabaya, hingga ke Balikpapan dan Samarinda.
Lalu, kembali ke pertanyaan awal: saham RANC milik siapa sekarang?
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia per akhir Januari 2026, pengendali utamanya masih PT Global Digital Niaga Tbk. Mereka memegang sekitar 1,10 miliar saham, atau setara 70,56 persen.
Pemegang saham mayoritas berikutnya adalah PT Wijaya Sumber Sejahtera, dengan porsi 11,83 persen. Disusul PT Prima Rasa Inti yang memegang 5,76 persen. Sementara publik, atau masyarakat non-warkat, memiliki sisa saham sekitar 11,77 persen.
Dan jika ditelusuri lebih jauh, penerima manfaat akhir dari kepemilikan saham ini adalah dua nama besar: Robert Budi Hartono dan Michael Bambang Hartono.
RANC sendiri telah go public sejak 2012. Kala itu, mereka melepas 312 juta saham di harga Rp500 per unit, mengantongi dana segar Rp156 miliar dari penawaran perdana tersebut.
Jadi, itulah profil singkat dan struktur kepemilikan saham RANC. Sebuah perusahaan ritel yang perjalanan bisnisnya cukup panjang, dari lisensi asing hingga akhirnya dikendalikan oleh raksasa digital lokal.
Artikel Terkait
BELL Setujui Dividen Rp10 Miliar di Tengah Tekanan Industri Tekstil
TRIS Cetak Laba Rp110 Miliar di 2025, Bagikan Dividen Rp31 Miliar
Stok Beras Nasional Tembus 5 Juta Ton, Tertinggi Sepanjang Sejarah
Prapenjualan Kota Deltamas Kuartal I 2026 Tembus Rp561,4 Miliar, Ditopang Lahan Industri dan Data Center