Remaja Putri di Lampung Utara Dibacok Begal, Motor Honda Beat Raib

- Kamis, 23 April 2026 | 21:30 WIB
Remaja Putri di Lampung Utara Dibacok Begal, Motor Honda Beat Raib

LAMPUNG UTARA Kejadian nahas menimpa seorang remaja putri di Kabupaten Lampung Utara. Anisa Ajeng (19) jadi korban begal sadis saat melintas di Jalan Dusun Sidokerto, Desa Kali Balangan, Kecamatan Abung Selatan. Bukan cuma motornya yang digasak, tangan korban juga mengalami luka bacok akibat serangan brutal para pelaku.

Kejadiannya berawal ketika korban tengah mengendarai sepeda motor Honda Beat miliknya, melaju ke arah Jalan Lintas Tengah Sumatera. Suasana jalanan saat itu sepi. Lalu, tiba-tiba saja dua orang pemuda tak dikenal yang berboncengan motor memepetnya. Tanpa banyak bicara, salah satu dari mereka langsung mengayunkan senjata tajam ke arah korban.

Sabetan itu mengenai tangan Anisa hingga ia tak berdaya. Dalam kondisi terluka dan panik, korban cuma bisa pasrah saat motornya dirampas. Kedua pelaku langsung kabur dengan kecepatan tinggi meninggalkan korban yang terkapar di lokasi.

Warga sekitar yang mendengar keributan dan menemukan korban segera memberikan pertolongan. Mereka mengevakuasi Anisa ke rumah sakit terdekat. Peristiwa ini jelas memicu keresahan mendalam. Jalur Dusun Sidokerto memang sudah lama dikenal rawan. Minimnya lampu penerangan dan kondisi jalan yang rusak parah jadi faktor utama.

"Jalan di sini memang sepi dan rusak. Kondisi itu sering dimanfaatkan pelaku kejahatan untuk beraksi karena kendaraan tidak bisa melaju kencang," ujar Sepri, salah satu warga setempat, Kamis (23/4/2026).

Sementara itu, Kapolres Lampung Utara, AKBP Deddy Kurniawan, mengatakan pihaknya sudah menerjunkan petugas untuk melakukan penyelidikan. Identitas kedua pelaku tengah didalami.

"Kami sedang mengintensifkan penyelidikan berdasarkan keterangan saksi dan olah TKP. Identitas pelaku sedang kami dalami, diduga kuat mereka berjumlah dua orang," kata AKBP Deddy Kurniawan.

Polisi juga mengimbau warga agar lebih waspada, terutama saat melintas di jalur-jalur sepi pada jam-jam rawan. Warga berharap pelaku segera tertangkap. Bukan cuma soal keadilan, tapi juga rasa aman biar nggak ada korban baru berjatuhan.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar