Rapat khusus digelar Komisi III DPR, Senin lalu. Mereka membahas satu kasus yang cukup menyita perhatian: penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus, Wakil Koordinator KontraS. Hasilnya, para anggota dewan sepakat mendesak Polri untuk mengusut tuntas peristiwa ini. Poinnya jelas: investigasi harus cepat, transparan, dan profesional.
Ketua Komisi III, Habiburokhman, yang memimpin jalannya rapat, menyampaikan tekanan itu dengan tegas. Dia tak hanya meminta pelaku di lapangan diungkap, tapi juga otak intelektual di balik perintah keji tersebut.
Begitu pernyataan Habiburokhman dalam rapat itu. Dia punya penekanan lain. Menurutnya, serangan terhadap Andrie ini bukan cuma soal kriminal biasa. Tindakan itu dinilai sebagai bentuk perlawanan terhadap komitmen pemerintahan Presiden Prabowo yang ingin memaksimalkan perlindungan HAM.
“Komisi III DPR RI menegaskan bahwa Saudara Andrie Yunus wajib memperoleh haknya untuk mendapatkan perlindungan, baik berdasarkan hukum nasional maupun hukum internasional yang telah diterima oleh Negara Republik Indonesia, serta baik sebagai warga negara maupun sebagai pembela HAM,” tegasnya lagi.
Rapat hari Senin itu sendiri dihadiri sejumlah nama dari berbagai fraksi. Mulai dari Safaruddin, Hinca Pandjaitan, sampai Soedeson Tandra. Mereka semua hadir, menunjukkan betapa seriusnya lembaga legislatif menyikapi kasus ini.
Artikel Terkait
Menhub: Arus Mudik Lebaran 2026 Masih Sesuai Prediksi Berkat WFA dan Single Tarif
TASPEN Tegaskan Larangan Pemberian Bingkisan Lebaran, Dukung Zero Gratification
One Battle After Another Dominasi Oscars 2026 dengan Raihan Enam Piala
Lebih dari 8 Juta Wajib Pajak Sudah Lapor SPT Tahunan 2025