Waymo, perusahaan robot taksi yang masih di bawah naungan raksasa teknologi Alphabet, sedang merancang langkah besar. Menurut kabar yang beredar, mereka tengah berdiskusi untuk mengumpulkan dana segar nilainya bisa melampaui angka 15 miliar dolar AS. Yang menarik, valuasi perusahaan ini disebut-sebut bakal mendekati, bahkan mungkin menyentuh, 100 miliar dolar.
Bloomberg melaporkan, sumber pendanaan tak hanya akan datang dari investor luar. Alphabet, sang induk yang juga pemilik Google, dipastikan akan kembali menyuntikkan modal. Meski sempat disebutkan angka valuasi bisa mencapai 110 miliar dolar, semuanya masih dalam pembicaraan. Jumlah final dan valuasi pastinya belum dipatok.
Kalau rencana ini berjalan, ini akan menjadi lompatan yang cukup dramatis. Pasalnya, di putaran pendanaan terakhirnya pada Oktober 2024 lalu, valuasi Waymo 'hanya' berada di kisaran lebih dari 45 miliar dolar. Saat itu, Alphabet juga yang memimpin putaran tersebut.
Langkah ini jelas bukan tanpa alasan. Ambisi Waymo untuk memimpin pasar layanan mobil otonom semakin terasa. Mereka bersaing ketat, salah satunya, dengan Tesla milik Elon Musk.
Dan harus diakui, posisi Waymo saat ini cukup kuat. Dari data yang ada, mereka telah mencatat jarak tempuh tanpa pengemudi terbanyak. Jumlah pelanggan berbayarnya terus bertambah, dan izin operasi di berbagai zona di AS juga lebih banyak diperoleh dibandingkan para pesaingnya.
Ekspansi pun terus digeber. Belum lama ini, perusahaan mengumumkan rencana perluasan layanan taksi otonomnya ke empat kota tambahan: Baltimore, St. Louis, Pittsburgh, dan Philadelphia.
Untuk saat ini, layanan penuh tanpa pengemudi mereka sudah beroperasi di lima kota besar di Amerika. Sementara itu, di banyak kota lainnya, uji coba masih terus berlangsung. Masa depan transportasi otonom, tampaknya, semakin dekat.
Artikel Terkait
Cadangan Devisa Indonesia Turun Jadi 146,2 Miliar Dolar AS per Akhir April 2026
Cadangan Devisa Indonesia Turun Jadi 146,2 Miliar Dolar AS per April 2026
Anggota BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran Rumah di Jagakarsa
Mualaf Center Indonesia Jadi Sasaran Intimidasi Warganet Akibat Kasus Sertifikat Mualaf Richard Lee