Konflik perbatasan antara Kamboja dan Thailand yang telah menewaskan puluhan orang dan memaksa ratusan warga mengungsi, diklaim telah dihentikan. Klaim itu datang langsung dari mantan Presiden AS, Donald Trump, pada Jumat lalu.
Menurut Trump, kedua negara sepakat menghentikan semua tembak-menembak. Ia mengaku telah berbicara secara terpisah dengan kedua pemimpin.
“Pagi ini saya telah melakukan percakapan yang sangat baik dengan Perdana Menteri Thailand, Anutin Charnvirakul, dan Perdana Menteri Kamboja, Hun Manet, mengenai kembalinya perang yang telah berlangsung lama di antara mereka,” tulisnya di Truth Social.
“Mereka telah setuju untuk menghentikan semua penembakan mulai malam ini dan kembali ke Perjanjian Perdamaian awal yang dibuat bersama saya, serta dengan bantuan Perdana Menteri Malaysia yang hebat, Anwar Ibrahim. Kedua negara siap untuk perdamaian dan perdagangan berkelanjutan dengan Amerika Serikat,” sambungnya.
Namun begitu, gencatan senjata ini bukan yang pertama. Beberapa bulan lalu, kesepakatan serupa yang juga diinisiasi Trump sempat tercapai. Sayangnya, itu tak bertahan lama. Kedua pihak saling tuduh soal siapa yang pertama kali melanggar.
Dan kini, sejarah tampak berulang. Hanya beberapa jam setelah pengumuman Trump, kedua negara sudah saling serang klaim lagi.
Perdana Menteri Thailand, Anutin Charnvirakul, langsung menyerukan agar Kamboja mematuhi kesepakatan baru ini.
Di sisi lain, respons dari Phnom Penh justru bertolak belakang. Lewat Kementerian Informasinya, Kamboja malah menuduh Thailand yang tidak mengindahkan gencatan senjata.
“Pasukan Thailand tidak berhenti mengebom dan terus melakukan pengeboman,” kata pernyataan resmi mereka.
Jadi, meski ada klaim perdamaian dari jauh, situasi di lapangan masih panas dan penuh ketidakpastian. Kedua negara terlihat belum sepenuhnya meletakkan senjata.
Artikel Terkait
PSG Vs Bayern Munich di Semifinal Liga Champions, Laga Final Dini yang Diprediksi Ketat
Tiga Sipir Lapas Blitar Diduga Jual Beli Kamar Sel Khusus hingga Rp100 Juta per Napi
Tim Uber Indonesia Kunci Juara Grup C Usai Comeback Dramatis Lawan Chinese Taipei
Polda Papua Bongkar Praktik Ilegal BBM Subsidi di Merauke, Negara Rugi Hingga Rp197 Juta