KAI Catat Angkutan Barang Non-Batubara Tembus 983 Ribu Ton di Awal 2026

- Selasa, 03 Februari 2026 | 06:20 WIB
KAI Catat Angkutan Barang Non-Batubara Tembus 983 Ribu Ton di Awal 2026

Angkutan barang milik PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatatkan angka yang cukup solid di awal tahun 2026. Selama Januari, mereka berhasil mengangkut 983.036 ton barang yang bukan batu bara. Angka ini bukan sekadar statistik, tapi sinyal kuat tentang kepercayaan industri terhadap moda transportasi rel.

Anne Purba, Vice President Corporate Communication KAI, melihat capaian ini sebagai bukti peran strategis kereta api. Menurutnya, kereta api punya peran kunci dalam mendistribusikan logistik nasional dengan cara yang lebih terjamin dan terjadwal.

"Kereta api dinilai konsisten menghadirkan kepastian waktu tempuh, kapasitas angkut besar, serta pola operasional yang terukur, sehingga menjadi pilihan logistik yang kompetitif bagi berbagai sektor industri,"

ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin (2/2/2026).

Barang apa saja yang diangkut? Ragamnya luas. Mulai dari semen dan petikemas, Bahan Bakar Minyak (BBM), sampai hasil perkebunan dan barang ritel. Keragaman muatan ini menunjukkan satu hal: fleksibilitas KAI dalam melayani kebutuhan yang berbeda-beda. Dari industri berat sampai barang kebutuhan sehari-hari, semuanya bisa diakomodasi.

Anne menjelaskan, pengiriman semen dan hasil perkebunan punya kontribusi vital. Yang satu mendukung proyek pembangunan, yang lain mengangkut komoditas andalan dari berbagai daerah.

Kalau petikemas dan ritel? Perannya tak kalah penting. Layanan ini menjaga agar distribusi barang konsumsi, terutama di koridor-koridor utama antara pusat produksi dan pasar, tetap berjalan tanpa hambatan.


Halaman:

Komentar