Harga emas dunia anjlok di pasar New York, turun lebih dari 3 persen. Tapi, di Singapura, pemandangannya justru bertolak belakang. Warga malah ramai-ramai datang ke bank, antre panjang, demi membeli logam mulia itu. Ketahanan permintaan ritelnya ternyata luar biasa.
Menurut Bloomberg, suasana ramai itu terlihat jelas di kantor pusat United Overseas Bank Ltd (UOB). Ruang transaksi emas batangannya dipadati klien. UOB sendiri dikenal sebagai satu-satunya bank milik negara di sana yang jual emas fisik ke retail.
"Saya datang beli justru karena harganya turun hari ini," ujar Ng Beng Choo, seorang pensiunan berusia 70-an tahun.
Ia sudah dapat tiket antrean sejak pukul setengah sepuluh pagi. Namun, lebih dari enam jam kemudian, namanya belum juga dipanggil.
Memang, pergerakan harga emas belakangan ini cukup liar. Bulan lalu, harganya melesat tinggi. Gejolak geopolitik dari pemerintahan Trump dan serangannya ke The Fed jadi pemicunya. Tapi tren naik itu berbalik arah sejak Jumat lalu. Dan penurunannya makin cepat terasa hari ini.
Pada titik tertentu, harga bahkan sempat terjun bebas lebih dari seperlima dari rekor tertingginya pekan kemarin. Tapi anehnya, banyak investor kecil justru melihat ini sebagai kesempatan. Mereka memburu emas saat turun, bukannya ikut-ikutan menjual.
Fenomena serupa tak cuma terjadi di Singapura. Di Sydney, Australia, antrean di gerai ABC Bullion dekat Martin Place juga mengular sampai ke jalan.
Artikel Terkait
Timah Kolaps 10%, Minyak Tergelincir: Pasar Komoditas Dibanjiri Sinyal Merah
Program Makan Bergizi Indonesia Jadi Sorotan Gedung Putih dan Rockefeller
OJK dan BEI Ajukan Solusi Transparansi untuk Jawab Kekhawatiran MSCI
Trump Pangkas Tarif India, Modi Balas dengan Komitmen Belanja Ratusan Miliar Dolar