"Saya rugi banyak hari Jumat kemarin. Tapi, besok adalah hari baru," kata Alex, seorang pria berusia dua puluhan yang ikut mengantre.
Nah, apa yang mendasari optimisme para pembeli ini? Mereka sepertinya bertaruh bahwa faktor pendorong kenaikan harga emas belum hilang. Skenario seperti kebijakan Trump yang sulit ditebak dan pelemahan nilai tukar mata uang, yang membuat investor kabur dari obligasi pemerintah, masih tetap ada di sana.
Deutsche Bank AG bahkan masih optimis. Dalam catatan hari ini, mereka tetap memegang perkiraan bahwa harga emas bisa mencapai level 6.000 dolar AS per troy ounce.
Kembali ke UOB Singapura, situasinya cukup membuat kecewa bagi yang datang tanpa persiapan. Seluruh produk dari MKS PAMP SA salah satu merek emas batangan ternama sudah ludes terjual. Datang terlambat? Anda kurang beruntung.
Pemberitahuan yang terpampang di sekitar bank pun jelas menyatakan hal itu. "Karena permintaan yang sangat tinggi, semua tiket antrean pembelian telah habis terjual hari ini."
"Kami sangat menghargai kesabaran Anda," begitu bunyi pengumuman dari UOB tersebut.
Artikel Terkait
IHSG Coba Bangkit Usai Anjlok, Analis Proyeksi Pergerakan Sempit
Empat Saham Kembali ke Pasar, Masuk Papan Khusus Setelah Masa Suspensi
Harga Emas Antam Anjlok Drastis, Sentuh Rp 2,8 Juta per Gram
Timah Kolaps 10%, Minyak Tergelincir: Pasar Komoditas Dibanjiri Sinyal Merah