Bank Indonesia akhirnya memutuskan untuk ikut serta dalam proyek Nexus. Ini bukan langkah kecil. Proyek yang digagas Bank for International Settlements (BIS) itu bertujuan menghubungkan sistem pembayaran instan di berbagai negara, dan BI kini resmi menjadi bagiannya.
Mereka akan bekerja sama dengan lima bank sentral lain untuk mempersiapkan dan menjalankannya. Mitranya antara lain Bank Negara Malaysia, Bangko Sentral ng Pilipinas, Monetary Authority of Singapore, Bank of Thailand, dan Reserve Bank of India. Kerja sama regional ini jelas punya tujuan yang besar.
Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan alasan di balik keputusan ini.
"Keikutsertaan Indonesia dalam Nexus merupakan langkah strategis untuk menyediakan solusi pembayaran antarnegara yang efisien dan terjangkau bagi masyarakat dan pelaku usaha di Indonesia," ujarnya, Selasa (3/2/2026).
Dia lantas menambahkan satu poin penting: posisi Indonesia sebagai salah satu koridor remitansi terbesar dunia. Baik sebagai pengirim maupun penerima, volume transaksi lintas negaranya sangat signifikan. Nah, dengan kondisi seperti itu, sistem yang lebih lancar dan murah tentu sangat dibutuhkan.
Di sisi lain, manfaatnya juga dirasakan akan lebih luas. Keterhubungan pembayaran yang tanpa hambatan diprediksi bakal menggenjot hubungan ekonomi dan perdagangan Indonesia dengan negara-negara tetangga.
Artikel Terkait
Ekspor Sawit Indonesia Meledak di Akhir 2025, Tembus Rp 43 Triliun dalam Sebulan
Deteksi Dini Kanker Masih Tertinggal, 70% Pasien Baru Ketahuan Saat Stadium Lanjut
Indonesia-AS Selesai Berunding, Tinggal Tanda Tangan Presiden
Lepas L8 dan Chery C5 CSH Jadi Sorotan, Bagaimana Nasib Insentif Mobil Listrik?