Di penghujung 2025, sektor ekspor sawit Indonesia menutup tahun dengan catatan yang luar biasa. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, ekspor minyak kelapa sawit mentah atau CPO pada Desember benar-benar meledak. Angkanya fantastis: volume pengiriman mencapai sekitar 2,75 juta ton dengan nilai transaksi yang nyaris menyentuh USD 2,79 miliar.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, tak menyangka lonjakannya bisa setinggi ini.
"Pada Desember 2025, ini untuk CPO nilainya mencapai USD2.792,7 juta, dengan volume mencapai 2.753 ribu ton. Ini volumenya naik tinggi 102,3 persen mtm dan naik 66,80 persen secara yoy,"
ujar Ateng, Selasa (3/2/2026). Bayangkan saja, dibanding November, pertumbuhannya lebih dari dua kali lipat. Sungguh sebuah lompatan yang jarang terjadi.
Kalau dilihat setahun penuh, kinerjanya juga solid. Secara kumulatif, nilai ekspor CPO Indonesia sepanjang 2025 berhasil menembus USD 24,42 miliar. Itu artinya naik 21,83 persen dari realisasi tahun 2024 yang sebesar USD 20,05 miliar. Volumenya pun ikut merangkak naik, mencapai 23,61 juta ton atau tumbuh 9,09 persen dari tahun sebelumnya.
Namun begitu, di balik angka-angka gemilang itu, ada catatan penting yang perlu diperhatikan. BPS menggarisbawahi bahwa harga CPO di pasar global sepanjang tahun lalu sebenarnya masih lesu. Tren koreksi masih berlangsung, dipicu oleh dinamika ekonomi dunia yang tak menentu.
Data dari Bursa Malaysia Derivatives Exchange menunjukkan, harga CPO terkoreksi hampir 9 persen. Pasar terus dibayangi ketidakpastian, mulai dari skenario resesi hingga kebijakan tarif di berbagai negara yang bisa berubah sewaktu-waktu. Fluktuasinya pun terasa tajam.
Sepanjang 2025, harga komoditas emas hijau ini bergerak dinamis. Puncaknya pernah menyentuh 4.650 Ringgit Malaysia per ton, tapi juga sempat terjun ke level terendah di 3.725 Ringgit. Naik turunnya cukup ekstrem.
Jadi, meski volume dan nilai ekspor kita menguat, tantangan dari sisi harga masih nyata di depan mata. Itulah gambaran kompleks dari kinerja ekspor sawit kita akhir-akhir ini.
Artikel Terkait
Penolakan Warga Hambat Pembangunan Sekolah Rakyat di Temanggung, Mensos: Lahan Sudah Clear and Clean
Indonesia Diproyeksikan Jadi Pasar Penerbangan Terbesar Keempat Dunia pada 2030, Tantangan MRO Masih Membayangi
Anthropic Siapkan Dana Rp3.200 Triliun untuk Google Cloud, Jadi Kontrak AI Terbesar
Pemerintah Pastikan Kesiapan SDM Kompeten untuk Penuhi Kebutuhan Industri Kendaraan Listrik