JK: Forum Perdamaian Gaza Trump Bisa Jadi Jalan Hentikan Perang

- Selasa, 03 Februari 2026 | 09:15 WIB
JK: Forum Perdamaian Gaza Trump Bisa Jadi Jalan Hentikan Perang

JAKARTA Respons datang dari Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla, menyusut keputusan Indonesia bergabung dengan Dewan Perdamaian Gaza bentukan Donald Trump. Baginya, forum itu setidaknya bisa jadi jalan untuk menghentikan pertumpahan darah dan memulai rekonstruksi di Gaza yang luluh lantak. "Mungkin bukan perdamaian, tapi menghentikan perang dan melaksanakan rekonstruksi, itu saja harapan kita," ujar JK.

Pernyataannya itu disampaikan dalam sebuah diskusi online bertajuk "Manfaat dan Mudharat Indonesia Mendukung Dewan Perdamaian Gaza Buatan Trump", yang disiarkan Senin lalu.

Menurut Kalla, langkah Trump membentuk dewan ini sekaligus menunjukkan cara khasnya berkuasa. Bukan dengan todongan senjata, melainkan lewat tekanan politik dan hak veto yang ia pegang penuh dalam forum tersebut. "Jadi, dulu dikenal kansip, menjalankan suatu polisi kebijakan dengan todongan. Bukan todongan senjata," tuturnya lagi.

Sebenarnya, ini bukan hal baru bagi JK. Sudah lama ia berpendapat bahwa konflik di Gaza hanya bisa diakhiri oleh tiga orang: Benjamin Netanyahu dari Israel, Yahya Sinwar dari Hamas, dan tentu saja Donald Trump.

"Apa masalahnya? Bahwa kita semua mendoakan sajak dulu bagaimana ada kedamaian di Gaza, di Palestina," katanya. Forum bentukan Trump ini, meski terpaksa, ia lihat sebagai satu cara yang mungkin bisa bekerja. "Ini mungkin satu cara terpaksa dilakukan, setidaknya dengan cara ini bisa menghentikan perang di sana atau invasi di sana."

Namun begitu, JK tak menampik realitas yang agak pahit. Dalam persetujuan dewan itu, semua keputusan akhir ada di tangan Trump. Negara-negara lain yang bergabung, posisinya lebih sebagai pendengar dan pengusul belaka. "Dalam persetujuan itu dituliskan Ketuanya Trump sekaligus dia mempunyai hak veto, lainnya bisa mengusulkan tapi di-veto mau apalagi," jelasnya. "Jadi artinya lembaga itu wadah Trump."

Di sisi lain, ia tetap menyimpan harapan. Terutama karena sejumlah negara Islam, termasuk Indonesia, turut serta dalam dewan tersebut. Kehadiran mereka, di mata JK, punya tanggung jawab moral yang besar.

"Terpenting menghentikan perang ini," tegasnya. Gaza sudah porak-poranda, korban jiwa berjatuhan. Itu yang harus dihentikan dulu.

Lalu, harapan berikutnya ia letakkan pada negara-negara Islam itu. Mereka diharapkan bisa benar-benar menjadi penyambung lidah dan pembawa aspirasi rakyat Palestina di forum yang didominasi Trump itu. "Kita harap mereka dapat mewakili kepentingan Palestina," kata JK. "Kalau negara Islam tidak mewakili kepentingan atau aspirasi Palestina, maka ini akan menjadi masalah."

Intinya, bagi JK, forum ini adalah sebuah langkah. Bukan solusi sempurna, tapi sebuah peluang sekecil apa pun untuk menghentikan penderitaan di Gaza dan memulai pemulihan.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar