JAKARTA Respons datang dari Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla, menyusut keputusan Indonesia bergabung dengan Dewan Perdamaian Gaza bentukan Donald Trump. Baginya, forum itu setidaknya bisa jadi jalan untuk menghentikan pertumpahan darah dan memulai rekonstruksi di Gaza yang luluh lantak. "Mungkin bukan perdamaian, tapi menghentikan perang dan melaksanakan rekonstruksi, itu saja harapan kita," ujar JK.
Pernyataannya itu disampaikan dalam sebuah diskusi online bertajuk "Manfaat dan Mudharat Indonesia Mendukung Dewan Perdamaian Gaza Buatan Trump", yang disiarkan Senin lalu.
Menurut Kalla, langkah Trump membentuk dewan ini sekaligus menunjukkan cara khasnya berkuasa. Bukan dengan todongan senjata, melainkan lewat tekanan politik dan hak veto yang ia pegang penuh dalam forum tersebut. "Jadi, dulu dikenal kansip, menjalankan suatu polisi kebijakan dengan todongan. Bukan todongan senjata," tuturnya lagi.
Sebenarnya, ini bukan hal baru bagi JK. Sudah lama ia berpendapat bahwa konflik di Gaza hanya bisa diakhiri oleh tiga orang: Benjamin Netanyahu dari Israel, Yahya Sinwar dari Hamas, dan tentu saja Donald Trump.
"Apa masalahnya? Bahwa kita semua mendoakan sajak dulu bagaimana ada kedamaian di Gaza, di Palestina," katanya. Forum bentukan Trump ini, meski terpaksa, ia lihat sebagai satu cara yang mungkin bisa bekerja. "Ini mungkin satu cara terpaksa dilakukan, setidaknya dengan cara ini bisa menghentikan perang di sana atau invasi di sana."
Artikel Terkait
Rp 992 Triliun dari Tambang Ilegal, Satgas Buru Lokasi di Hutan
Gempa Dangkal M 4,1 Guncang Bener Meriah di Pagi Buta
Kolaborasi BRI dan BP Batam Pacu Investasi dan Daya Saing UMKM
Ekspor Batu Bara Anjlok, Sawit dan Besi Baja Jadi Penyelamat di 2025