Negosiasi soal tarif dagang antara Indonesia dan Amerika Serikat akhirnya sampai di ujung jalan. Menurut kabar terbaru, pembicaraan intinya sudah beres. Yang tersisa sekarang adalah penyempurnaan teknis hukum sebelum nantinya ditandatangani oleh kedua negara.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengonfirmasi hal ini kepada para wartawan pada Selasa lalu. "Semua pembicaraan dengan Amerika sebetulnya sudah selesai," ujarnya.
"Tinggal fine tuning di legal drafting. Berikutnya, kita tinggal menunggu jadwal bersama antara Bapak Presiden dan Presiden Trump," tambah Airlangga.
Meski begitu, jangan tanya soal detail keuntungan buat Indonesia. Airlangga sama sekali enggan membocorkannya. Alasannya sederhana: ada perjanjian kerahasiaan atau Non-Disclosure Agreement yang mengikat.
"Dapatnya belum, nanti saja. Karena kita masih ada NDA itu. Baru akan diungkap setelah semuanya ditandatangani," jelasnya singkat.
Soal kapan penandatanganan itu terjadi, tampaknya masih belum jelas. Jadwal yang semula ditargetkan pun molor. Airlangga mengakuinya. Menurut dia, dinamika politik terakhir, termasuk penandatanganan "Board of Peace" oleh Presiden, telah menggeser banyak agenda.
"Ya, kita lihat saja. Board of Peace itu Pak Presiden juga tanda tangan," katanya, merujuk pada prioritas lain yang turut berjalan.
Jadi, meski substansi negoisasi rampung, langkah finalnya masih menunggu momen yang tepat dari kedua pemimpin.
Artikel Terkait
22.617 Warga Tinggalkan Jakarta Usai Lebaran, Hampir Dua Kali Lipat Jumlah Pendatang Baru
Pattynama Optimis Persija Kalahkan Persib di Laga El Clasico
Timnas Indonesia U-17 Tahan Gempuran China di Babak Pertama Piala Asia U-17
Indonesia Tuan Rumah Kualifikasi U-12 Junior Soccer World Challenge 2026, Jadi Peluang Emas Akademi dan SSB