"Dapatnya belum, nanti saja. Karena kita masih ada NDA itu. Baru akan diungkap setelah semuanya ditandatangani," jelasnya singkat.
Soal kapan penandatanganan itu terjadi, tampaknya masih belum jelas. Jadwal yang semula ditargetkan pun molor. Airlangga mengakuinya. Menurut dia, dinamika politik terakhir, termasuk penandatanganan "Board of Peace" oleh Presiden, telah menggeser banyak agenda.
"Ya, kita lihat saja. Board of Peace itu Pak Presiden juga tanda tangan," katanya, merujuk pada prioritas lain yang turut berjalan.
Jadi, meski substansi negoisasi rampung, langkah finalnya masih menunggu momen yang tepat dari kedua pemimpin.
Artikel Terkait
Perang dengan Iran Borong Rp5,4 Triliun Anggaran Israel per Hari
Sopir Bus Relakan Mudik Demi Antar Penumpang Pulang Kampung
Rest Area KM 207A Cirebon Sepi Usai Arus Mudik Surut
Transaksi Jakarta Tembus Rp21 Triliun Selama Ramadan, Tertinggi di Jawa