PT Link Net Tbk, atau yang lebih dikenal dengan kode saham LINK, baru saja mengamankan suntikan dana segar yang cukup besar. Nilainya mencapai Rp5,81 triliun. Dana ini didapat dari fasilitas pinjaman berjangka yang rencananya akan dipakai untuk dua hal: mendanai belanja modal perusahaan dan melakukan refinancing atas sebagian utang yang sudah ada.
Menariknya, pinjaman jumbo ini datang dari dua lembaga keuangan internasional ternama. International Finance Corporation (IFC) menyetor bagian terbesar, yakni sekitar Rp3,32 triliun. Sementara itu, Asian Development Bank (ADB) turut serta dengan menyediakan dana sebesar Rp2,49 triliun.
“Tujuan penggunaan dana adalah untuk membiayai belanja modal dan membiayai kembali utang,”
Demikian penjelasan Corporate Secretary LINK, Rininta Agustina Widya Pratika, dalam keterangan resminya ke Bursa Efek Indonesia pada Senin (22/12/2025). Ia menambahkan bahwa langkah ini diambil untuk mendukung kelangsungan sekaligus pengembangan bisnis perusahaan ke depannya.
Perjanjiannya sendiri sudah ditandatangani lebih dulu, tepatnya pada 18 Desember 2025. Pinjaman ini memiliki jangka waktu yang cukup panjang, sembilan tahun. Namun begitu, pencairannya tetap terikat pada sejumlah prasyarat dan ketentuan yang harus dipenuhi LINK sebagai bagian dari transaksi.
Di sisi lain, manajemen perusahaan meyakini bahwa transaksi ini tidak akan membebani kondisi keuangan mereka. Malah, ini dianggap sebagai langkah strategis. Mereka juga menegaskan bahwa kerja sama dengan IFC dan ADB ini bukan termasuk transaksi afiliasi, sehingga aturan khusus dari OJK tentang hal itu tidak berlaku di sini.
Dengan kata lain, LINK merasa telah melakukan langkah yang tepat untuk memperkuat struktur keuangannya sambil tetap mempersiapkan diri untuk ekspansi di masa mendatang.
Artikel Terkait
Analis: Koreksi IHSG Buka Peluang Akumulasi Saham Unggulan
Analis Proyeksikan IHSG Lanjutkan Pelemahan Terbatas Usai Koreksi Tajam
Analis Proyeksikan Rentang IHSG 7.608-8.446 di Tengah Tren Turun Kuat
ESDM Ubah Skema Impor BBM Swasta Jadi 6 Bulan Sekali