Analis Proyeksikan IHSG Lanjutkan Pelemahan Terbatas Usai Koreksi Tajam

- Senin, 09 Februari 2026 | 07:30 WIB
Analis Proyeksikan IHSG Lanjutkan Pelemahan Terbatas Usai Koreksi Tajam

MURIANETWORK.COM - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan melanjutkan tren pelemahan terbatas pada pekan ini. Proyeksi ini muncul setelah indeks terkoreksi tajam 4,73% ke level 7.935 pada pekan lalu, didorong oleh aksi jual bersih investor asing dan dibebani oleh sentimen negatif dari luar negeri. Dua faktor utama yang menjadi perhatian analis adalah penurunan outlook peringkat kredit Indonesia oleh lembaga pemeringkat Moody's dan ketegangan geopolitik global yang belum mereda.

Beban Sentimen dari Moody's dan MSCI

Pasar saham domestik masih mencerna dampak dari keputusan Moody's yang mengubah outlook Indonesia dari stabil menjadi negatif. Meski mengakui fundamental ekonomi yang solid dengan pertumbuhan di atas 5%, lembaga tersebut menyoroti sejumlah risiko fiskal dan tata kelola. Sorotan ini turut memperberat beban pasar yang sudah waspada terhadap ancaman potensial dari MSCI terkait transparansi kepemilikan saham.

Imam Gunadi, Equity Analyst di PT Indo Premier Sekuritas, menjelaskan lebih detail dalam risetnya. "Moody's menyoroti risiko fiskal dari perluasan belanja sosial, basis penerimaan negara yang lemah, serta ketidakjelasan tata kelola dan mandat sovereign wealth fund Danantara yang mengelola aset BUMN besar," paparnya.

Dampak dari perubahan outlook ini tidak hanya bersifat makro, tetapi juga merembet ke emiten-emiten besar. Saham-saham seperti Telkom, Pertamina, dan perbankan pelat merah dinilai menjadi lebih sensitif terhadap kemungkinan penurunan peringkat lebih lanjut di masa depan.

Gejolak Geopolitik yang Belum Usai

Selain faktor kredit, ketidakpastian geopolitik global juga terus membayangi sentimen investor. Meski ada sinyal positif dari jalur diplomasi antara AS dan Iran, risiko eskalasi di wilayah maritim dinilai masih sangat nyata. Situasi ini menciptakan kehati-hatian yang berlebihan di pasar keuangan global, termasuk Indonesia.

Editor: Lia Putri


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar