Gajah Sumatera Tewas Dibunuh dan Dibalut, Gadingnya Raib di Riau

- Senin, 09 Februari 2026 | 08:20 WIB
Gajah Sumatera Tewas Dibunuh dan Dibalut, Gadingnya Raib di Riau

MURIANETWORK.COM - Seekor Gajah Sumatera ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan di Riau, dengan sebagian kepala dan kedua gadingnya hilang. Polisi dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) setempat menegaskan bahwa kematian satwa langka yang dilindungi itu adalah akibat pembunuhan yang disengaja. Temuan serpihan proyektil di tengkorak menguatkan dugaan tersebut, memicu kecaman dan seruan untuk penegakan hukum yang lebih tegas serta pemanfaatan teknologi dalam upaya perlindungan satwa.

Kecaman dan Seruan dari Anggota DPR

Merespons insiden tragis ini, Wakil Ketua Komisi IV DPR Alex Indra Lukman menyoroti pentingnya inovasi dalam upaya konservasi. Ia menekankan bahwa perlindungan terhadap satwa terancam punah seperti Gajah Sumatera sudah seharusnya memanfaatkan kemajuan teknologi.

"Saatnya kita gunakan teknologi untuk satwa yang dilindungi, seperti pemasangan pelacak agar diketahui keberadaannya," tutur Alex kepada wartawan, Senin (9/2/2026).

Lebih lanjut, politisi itu mendesak agar pelaku kejahatan terhadap satwa liar ditindak dengan tegas. Tujuannya tidak lain adalah untuk menciptakan efek jera yang mencegah terulangnya tindakan serupa di masa depan.

"Selain itu harus ada tindakan tegas yang memberi efek jera pada pelaku yang demi mencari keuntungan membunuh satwa yang dilindungi," tegasnya.

Penegasan dari Kepolisian dan Temuan Ahli

Sebelumnya, Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan telah menyatakan komitmennya untuk mengusut tuntas kasus ini. Pernyataan itu disampaikannya di hadapan mahasiswa dalam sebuah kuliah umum di Universitas Lancang Kuning, Pekanbaru.

"Gajah liar itu tewasnya dibunuh secara sengaja. Ini ulah orang-orang yang tidak bertanggung jawab," ujar Irjen Herry Heryawan pada Jumat (6/2).

Analisis dari ahli di lapangan memberikan bukti yang lebih konkret. Pengendali Ekosistem Hutan Ahli BKSDA Riau, drh Rini Deswita, mengungkapkan temuan krusial yang mengarah pada kesimpulan pembunuhan. Saat diperiksa, bangkai gajah jantan itu menunjukkan luka yang sangat mencurigakan.

"Posisi serpihan proyektil di bagian belakang tengkorak kepala. Bersarang di tengkorak," jelas Rini Deswita saat dihubungi terpisah, juga pada Jumat (6/2).

Kondisi Bangkai yang Mengenaskan

Gajah tersebut pertama kali ditemukan dalam keadaan tak bernyawa pada Senin (2/2). Pemandangan di lokasi penemuan sungguh memilukan, menggambarkan kekejaman yang dialami satwa malang tersebut.

"Sebagian kepala dari dahi, mata, dan belalainya hilang," lanjut Rini mendeskripsikan kondisi bangkai.

Tidak hanya itu, hilangnya bagian tubuh yang memiliki nilai ekonomi tinggi juga memperkuat motif kejahatan ini. "Gadingnya juga hilang," tambahnya, menyempurnakan gambaran tentang kekejaman yang diduga dilakukan untuk mengeruk keuntungan ilegal.

Kasus ini kembali menyoroti kerentanan populasi Gajah Sumatera di habitatnya. Tekanan dari perburuan liar untuk mengambil gading, konflik dengan manusia, dan penyusutan hutan terus mengancam kelangsungan hidup spesies ikonis Indonesia tersebut, menuntut langkah-langkah strategis dan berkelanjutan dari semua pemangku kepentingan.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar