Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali memanas. Di tengah gejolak kerusuhan dalam negeri yang telah menelan banyak korban, parlemen Iran justru melayangkan peringatan keras ke arah Washington dan sekutunya, Israel. Intinya sederhana: serangan duluan dari AS tidak akan dibiarkan begitu saja.
Peringatan itu muncul tak lama setelah Presiden Donald Trump memperingatkan Tehran agar tidak menembaki para demonstran. Aksi protes besar-besaran anti-pemerintah memang telah mengguncang Iran dalam beberapa waktu terakhir.
Di depan sidang parlemen, suara Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf menggema lantang. Ia menyatakan bahwa militer AS dan Israel akan berubah statusnya menjadi "sasaran yang sah" jika ancaman serangan dari Trump benar-benar diwujudkan.
"Matilah Amerika!" serunya di hadapan para anggota dewan, seperti dilaporkan AP News.
Ancaman balasan Tehran ini tentu bukan tanpa alasan. Menurut sejumlah saksi dan pengamat di luar negeri, situasi di dalam Iran sendiri cukup mencemaskan. Kekhawatiran terbesar adalah bahwa pemadaman informasi yang terjadi justru bisa memberi ruang bagi kelompok garis keras di tubuh aparat keamanan untuk melakukan penindasan lebih keras, bahkan yang berdarah-darah. Semua itu berlangsung meski peringatan Trump sudah terngiang jelas: AS siap menyerang untuk melindungi demonstran damai.
Artikel Terkait
Waspada Hujan Seharian, BMKG Prediksi Jabodetabek Diguyur dari Pagi hingga Dini Hari
Analis Nilai Target Kaesang Jadikan Jateng Kandang Gajah PSI Terlalu Berat
Iran Berduka Tiga Hari, 500 Jiwa Melayang dalam Gelombang Demonstrasi
Mencekam! Pencuri Motor di Palmerah Nembak Warga, Berakhir Ditangkap di Yogya dan Cimahi