Dukungan Trump kepada para pengunjuk rasa memang terang-terangan. Lewat sebuah cuitan, ia menyatakan, "Iran sedang mengincar kebebasan, mungkin seperti belum pernah terjadi sebelumnya. AS siap membantu!!!"
Laporan dari dalam pemerintahan AS sendiri mengungkapkan bahwa Trump sebenarnya telah diberikan beberapa opsi militer untuk menyerang Iran. Namun, keputusan akhirnya sendiri konon belum diambil.
Di sisi lain, pesan dari Departemen Luar Negeri AS terdengar lebih gamblang dan tanpa tedeng aling-aling. Peringatan mereka singkat tapi menusuk: "Jangan bermain-main dengan Presiden Trump. Ketika dia mengatakan akan melakukan sesuatu, dia bersungguh-sungguh."
Jadi, situasinya seperti bara dalam sekam. Di satu sisi, tekanan domestik di Iran memuncak. Di sisi lain, ancaman dari luar justru semakin mengkristal, membuat langkah pemerintah Tehran menjadi semakin rumit dan berisiko tinggi.
Artikel Terkait
Bareskrim Polri Bongkar Sindikat Penipuan SMS E-Tilang Palsu
Persib dan Borneo Menang Besar, Persita Tersungkur di Pekan ke-23 BRI Liga 1
BMKG Waspadakan Hujan Lebat hingga Sangat Lebat di Jawa hingga NTT Akibat Dua Siklon
Telur Berkotoran Ayam dalam Program Makan Bergizi SD Tulungagung Picu Keluhan