Dukungan Trump kepada para pengunjuk rasa memang terang-terangan. Lewat sebuah cuitan, ia menyatakan, "Iran sedang mengincar kebebasan, mungkin seperti belum pernah terjadi sebelumnya. AS siap membantu!!!"
Laporan dari dalam pemerintahan AS sendiri mengungkapkan bahwa Trump sebenarnya telah diberikan beberapa opsi militer untuk menyerang Iran. Namun, keputusan akhirnya sendiri konon belum diambil.
Di sisi lain, pesan dari Departemen Luar Negeri AS terdengar lebih gamblang dan tanpa tedeng aling-aling. Peringatan mereka singkat tapi menusuk: "Jangan bermain-main dengan Presiden Trump. Ketika dia mengatakan akan melakukan sesuatu, dia bersungguh-sungguh."
Jadi, situasinya seperti bara dalam sekam. Di satu sisi, tekanan domestik di Iran memuncak. Di sisi lain, ancaman dari luar justru semakin mengkristal, membuat langkah pemerintah Tehran menjadi semakin rumit dan berisiko tinggi.
Artikel Terkait
Lautan Kendaraan Mandek, Pengendara Terjebak Satu Jam di Exit Tol Antasari
Genangan 40 Cm di Rawa Bokor Lumpuhkan Arus Tol Cengkareng
Hujan Deras Pagi Ini, Jakarta Terjebak Lautan Logam yang Diam
Ramadan 2026: Potensi Dua Hari Suci Kembali Menghiasi Indonesia