Jakarta - Pekan ke-23 BRI Super League 2025/2026 kembali menegaskan satu hal: bermain di kandang sendiri memang punya magis tersendiri. Setidaknya, itu yang dirasakan tim-tim papan atas seperti Persib Bandung dan Borneo FC yang meraih kemenangan gemilang Kamis (26/2) malam tadi. Tapi, jangan salah. Keajaiban kandang ternyata tak berlaku universal. Persita Tangerang, misalnya, justru tumbang di depan pendukungnya sendiri.
Di Stadion Indomilk Arena, Persita harus menelan pil pahit kekalahan 0-1 dari Dewa United. Satu-satunya gol dalam laga itu lahir dari kaki Ricky Kambuaya di menit ke-36. Hasil ini tentu saja pukulan telak, mengingat mereka sangat butuh poin untuk mempertahankan posisi.
Persita Terperosok, Tren Negatif Berlanjut
Kekalahan dari Dewa United ini seperti melanjutkan tren buruk Pendekar Cisadane. Sebelumnya, mereka juga takluk dengan skor sama dari Persib di GBLA. Dua kekalahan beruntun itu jelas bikin suasana jadi tak nyaman. Posisi mereka di papan atas klasemen mulai goyah.
Memang, secara statistik Persita masih bertengger di peringkat enam dengan 35 poin. Namun begitu, situasinya jadi makin seru. Bhayangkara FC kini mendekat di belakang, sementara PSIM Yogyakarta dan Dewa United sendiri cuma selisih dua angka. Persaingan untuk masuk zona aman kian panas.
Pesta Gol Persib di GBLA
Sementara Persita merana, suasana di Stadion Gelora Bandung Lautan Api justru meriah. Persib, sang juara bertahan, tampil perkasa dengan menghajar Madura United lima gol tanpa balas. Mereka benar-benar tak memberi kesempatan.
Ramon Tanque membuka dan memperlebar keunggulan di menit 13 dan 33. Uilliam menambah satu lagi menjelang turun minum. Andrew Jung dan Frans Putros kemudian menutup pesta gol di sepuluh menit terakhir. Pertunjukan spektakuler itu mengamankan posisi puncak Persib dengan 53 poin, unggul tiga poin dari Persija di bawahnya.
Bagi Madura United, ini adalah mimpi buruk yang memperpanjang catatan buruk mereka. Tertahan di posisi 14 dengan 20 poin, jalan mereka terlihat masih panjang.
Borneo Bangkit, Arema Tersungkur
Cerita lain datang dari Samarinda. Di Stadion Segiri yang penuh semangat, Borneo FC berhasil bangkit. Usai dikandaskan Dewa United pekan lalu, Pesut Etam kembali ke jalur kemenangan dengan mengatasi Arema FC 3-1.
Caxambu membuka keunggulan cepat di menit ketujuh. Juan Villa kemudian tampil sebagai bintang dengan mencetak brace di menit 26 dan 42. Arema cuma bisa membalas lewat Dalberto di babak kedua, itu pun tak cukup untuk mengubah nasib.
Kemenangan ini penting bagi Borneo. Mereka kokoh di peringkat tiga dengan 49 poin, mengintai dari belakang persaingan ketat di puncak. Arema, di sisi lain, harus puas bercokol di posisi sepuluh dengan 31 poin.
Pekan ini jelas memberikan dinamika baru. Kejutan, kebangkitan, dan dominasi saling bersautan, membuat peta persaingan liga semakin sulit ditebak.
Artikel Terkait
Gempa Magnitudo 3,7 Guncang Mandailing Natal, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami
Pemprov Sulsel Bebaskan Denda dan Diskon 50 Persen Pokok Pajak Kendaraan untuk Warga
Bayi 7 Bulan Tewas Ditembak Tentara Israel di Tepi Barat, Orang Tua Luka-luka
PSSI Waspadai Mozambik Usai Timnas Indonesia Kalahkan Oman 3-0