Emas Menguat Tipis, Pasar Awasi Ketat Perundingan AS-Iran di Jenewa

- Jumat, 27 Februari 2026 | 06:40 WIB
Emas Menguat Tipis, Pasar Awasi Ketat Perundingan AS-Iran di Jenewa

Harga emas bergerak naik, meski tipis, pada perdagangan Kamis kemarin. Kenaikan ini terjadi di tengah suasana hati investor yang cenderung menunggu. Mereka memilih bersikap hati-hati, sambil menanti kelanjutan dari perundingan nuklir AS-Iran di Jenewa yang memasuki putaran ketiga.

Nah, semua mata tertuju ke sana. Pelaku pasar sepertinya sedang mencari sinyal, apakah negosiasi alot antara Washington dan Teheran ini bakal meredakan ketegangan geopolitik yang selama ini jadi bahan bakar kenaikan harga logam mulia.

Secara teknis, emas spot tercatat menguat 0,40 persen ke level USD 5.184,32 per troy ons. Razan Hilal, seorang analis di FOREX.com, melihat emas dan perak sedang berjuang untuk menembus level psikologis yang cukup penting: USD 5.200 untuk emas dan USD 90 untuk perak.

Tapi jangan terlalu semangat dulu. Sepanjang pekan ini, setiap kenaikan selalu gagal bertahan. Menurut Hilal, risiko koreksi justru bisa membesar kalau saja tercapai kesepakatan geopolitik, meski itu sifatnya jangka pendek.

Lalu, bagaimana prospek perundingannya? Seorang pejabat senior Iran memberi pernyataan kepada Reuters.

Ia bilang, AS dan Iran sebenarnya bisa mencapai sebuah kerangka kesepakatan. Syaratnya, Washington harus mau memisahkan isu nuklir dengan isu-isu lain di luar itu. "Masih ada sejumlah perbedaan yang perlu dipersempit," ujarnya, merujuk pada putaran ketiga di Jenewa.

Suara lain datang dari Peter Grant, Wakil Presiden sekaligus Senior Metals Strategist di Zaner Metals. Ia mengakui bahwa banyak pihak memang menaruh perhatian besar pada hasil perundingan tersebut.

"Namun begitu," katanya, "ketidakpastian global saat ini masih terbilang sangat besar."

Dan dalam kondisi seperti itulah emas, sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil, kerap dijadikan pelindung nilai. Ia seperti tempat berlindung yang nyaman ketika situasi geopolitik dan ekonomi terasa goyah.

Grant punya pandangan sendiri soal level harga. Menurutnya, pasar masih punya peluang untuk melanjutkan kenaikan menuju USD 5.340,72, bahkan berpotensi menyentuh USD 5.400. Tapi ya itu, ia juga mengingatkan bahwa koreksi jangka pendek tetap mungkin terjadi.

Di sisi lain, ada juga faktor lain yang mengganggu ketenangan pasar. Perwakilan Dagang AS, Jamieson Greer, menyebutkan bahwa tarif untuk beberapa negara akan dinaikkan menjadi 15 persen. Angka ini lebih tinggi dari rencana tarif baru sebelumnya yang sebesar 10 persen. Greer tidak merinci negara mana saja yang akan kena.

Sementara dari data domestik AS, klaim tunjangan pengangguran naik tipis pekan lalu. Tingkat pengangguran bulan Februari terlihat stabil, menunjukkan kondisi pasar tenaga kerja yang masih cukup terjaga. Di tengah semua ini, pasar tetap berharap The Fed akan memangkas suku bunga dua kali dalam tahun berjalan.

Jadi, emas memang menguat tipis. Tapi perjalanannya masih panjang, ditentukan oleh diplomasi di Jenewa, kebijakan dagang AS, dan tentu saja, ekspektasi terhadap bank sentral.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar