BMKG Waspadakan Hujan Lebat hingga Sangat Lebat di Jawa hingga NTT Akibat Dua Siklon

- Jumat, 27 Februari 2026 | 06:15 WIB
BMKG Waspadakan Hujan Lebat hingga Sangat Lebat di Jawa hingga NTT Akibat Dua Siklon

Jakarta diguyur hujan sejak pagi buta tadi. Nada peringatan dari BMKG pun terdengar lebih serius. Badan Meteorologi itu memprediksi cuaca bakal makin parah sepanjang hari ini, Jumat 27 Februari 2026. Kewaspadaan harus ditingkatkan, terutama terhadap ancaman banjir, tanah longsor, dan angin yang bisa merobohkan.

Ranika, seorang prakirawan BMKG, menjelaskan penyebabnya. Menurutnya, ada dua pusaran angin atau sirkulasi siklonik yang sedang aktif.

"Dua sirkulasi siklonik yang terpantau masing-masing di Samudera Hindia barat daya Lampung dan di Samudera Pasifik timur laut Papua Nugini,"

Kondisi teknis itu, ujar Ranika, membentuk daerah pertemuan angin yang memanjang. Satu di Samudera Hindia dekat Banten, satunya lagi di Samudera Pasifik timur laut Papua. Belum cukup sampai di situ, zona pertemuan udara lainnya terbentang dari selatan Pulau Sumbawa hingga Laut Sawu, lalu ke Laut Flores dan Laut Arafuru. Pokoknya, kondisi atmosfer sedang ramai-ramainya.

Akibatnya? Potensi tumbuhnya awan hujan jadi sangat besar di sekitar pusaran angin dan sepanjang zona pertemuan massa udara tadi. Awan-awan itu yang nantinya bisa jadi hujan deras, bahkan sangat lebat.

"Kombinasi dinamika atmosfer itu menyebabkan potensi cuaca cukup signifikan di sejumlah wilayah Indonesia,"

Lalu, daerah mana saja yang harus siaga? Imbauan BMKG cukup jelas. Wilayah yang berpotensi diguyur hujan lebat hingga sangat lebat meliputi Banten, Jawa Barat, DIY Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Tak cuma Jawa, Bali, NTB, NTT, Sulawesi Selatan, hingga Maluku juga masuk dalam daftar waspada.

Nah, buat yang rencana keluar rumah atau tinggal di daerah rawan bencana, BMKG punya pesan khusus. Pantau terus perkembangan cuaca lewat kanal resmi mereka. Info terbaru bisa dicek di laman website atau media sosial BMKG. Aplikasi infoBMKG juga bisa diandalkan. Yang paling penting, dengarkan arahan dari pemerintah daerah atau pihak berwenang setempat. Jangan anggap remeh peringatan ini. Cuaca ekstrem bisa datang tiba-tiba, dan kita harus siap.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar