Misi itu nyaris mustahil. Tapi Juventus hampir saja mewujudkannya. Sayang, mimpi itu akhirnya buyar di depan mata pendukungnya sendiri di Turin, Kamis dini hari tadi. Galatasaray, dengan mental baja, memastikan mereka tersingkir dari Liga Champions lewat agregat telak 7-5, meski sempat dipaksa bermain tambahan waktu.
Ingat kekalahan 2-5 di Istanbul? Itu jadi beban berat sejak awal. Situasi di leg kedua pun nggak ideal. Juan Cabal dan Andrea Cambiaso absen karena hukuman. Dusan Vlahovic dan kawan-kawan terkapar di ruang perawatan. Sementara itu, Victor Osimhen ya, striker andalan itu tetap tampil mengintai meski sempat dikabarkan bermasalah dengan lututnya.
Krisis performa Juventus belakangan ini memang jadi momok. Cuma sekali meraih hasil imbang dalam lima laga terakhir, tersingkir dari Coppa Italia, dan posisinya di Serie A merosot. Tekanan luar biasa menghadang.
Namun begitu, laga di Allianz Stadium diawali dengan semangat membara. Juventus menekan habis-habisan. Federico Gatti dan Teun Koopmeiners sudah dapat peluang emas lewat sundulan, tapi gagal. Di sisi lain, Mattia Perin yang menggantikan Di Gregorio tampil solid dengan menepis tembakan voli Osimhen.
Tekanan itu akhirnya berbuah. Kesalahan Davinson Sanchez memicu pelanggaran Lucas Torreira kepada Khephren Thuram di kotak penalti. Manuel Locatelli, dengan tenang, mengeksekusi titik putih itu. Agregat kini 3-5. Harapan mulai menyala.
Tapi nasib seolah mengulangi tragedi leg pertama. Belum lama babak kedua berjalan, Lloyd Kelly melakukan tekel ceroboh pada Baris Alper Yilmaz. Wasit awalnya memberi kartu kuning, namun setelah melihat ulang VAR, keputusannya berubah: kartu merah langsung. Juventus, lagi-lagi, harus bertahan dengan sepuluh pemain.
Artikel Terkait
Eksel Runtukahu Cetak Dua Gol, Desakan Masuk Timnas Menguat Usai Persija Bungkam Persebaya 3-0
LavAni Livin Tundukkan Garuda Jaya 3-0, Melangkah Mulus ke Grand Final Proliga
Tiwi/Fadia Tersingkir di Semifinal BAC 2026 Usai Dikalahkan Ganda Putri China
Pelatih Persija Bela Cyrus Margono Usai Debut Pahit: Jangan Dinilai dari Satu Laga