Juventus Tersingkir dari Liga Champions Usai Dikalahkan Galatasaray 7-5 Secara Agregat

- Kamis, 26 Februari 2026 | 06:15 WIB
Juventus Tersingkir dari Liga Champions Usai Dikalahkan Galatasaray 7-5 Secara Agregat

Misi itu nyaris mustahil. Tapi Juventus hampir saja mewujudkannya. Sayang, mimpi itu akhirnya buyar di depan mata pendukungnya sendiri di Turin, Kamis dini hari tadi. Galatasaray, dengan mental baja, memastikan mereka tersingkir dari Liga Champions lewat agregat telak 7-5, meski sempat dipaksa bermain tambahan waktu.

Ingat kekalahan 2-5 di Istanbul? Itu jadi beban berat sejak awal. Situasi di leg kedua pun nggak ideal. Juan Cabal dan Andrea Cambiaso absen karena hukuman. Dusan Vlahovic dan kawan-kawan terkapar di ruang perawatan. Sementara itu, Victor Osimhen ya, striker andalan itu tetap tampil mengintai meski sempat dikabarkan bermasalah dengan lututnya.

Krisis performa Juventus belakangan ini memang jadi momok. Cuma sekali meraih hasil imbang dalam lima laga terakhir, tersingkir dari Coppa Italia, dan posisinya di Serie A merosot. Tekanan luar biasa menghadang.

Namun begitu, laga di Allianz Stadium diawali dengan semangat membara. Juventus menekan habis-habisan. Federico Gatti dan Teun Koopmeiners sudah dapat peluang emas lewat sundulan, tapi gagal. Di sisi lain, Mattia Perin yang menggantikan Di Gregorio tampil solid dengan menepis tembakan voli Osimhen.

Tekanan itu akhirnya berbuah. Kesalahan Davinson Sanchez memicu pelanggaran Lucas Torreira kepada Khephren Thuram di kotak penalti. Manuel Locatelli, dengan tenang, mengeksekusi titik putih itu. Agregat kini 3-5. Harapan mulai menyala.

Tapi nasib seolah mengulangi tragedi leg pertama. Belum lama babak kedua berjalan, Lloyd Kelly melakukan tekel ceroboh pada Baris Alper Yilmaz. Wasit awalnya memberi kartu kuning, namun setelah melihat ulang VAR, keputusannya berubah: kartu merah langsung. Juventus, lagi-lagi, harus bertahan dengan sepuluh pemain.

Yang mengejutkan, justru dalam kondisi kalah jumlah, Juventus bangkit. Gatti mencetak gol kedua lewat umpan rendah Pierre Kalulu. Agregat menjadi 4-5! Semakin panas. Kenan Yildiz bahkan hampir menyamakan kedudukan, sayang bolanya mentok di tiang.

Laga pun terseret ke babak extra time. Juventus nyaris mencetak gol keempat leupat Zhegrova, tapi usahanya melenceng. Momentum perlahan berganti.

Kesalahan kecil di menit-meni krusial akhirnya menjadi penentu. Gatti terpeleset saat ingin memotong umpan. Osimhen, sang eksekutor, tak memberi ampun. Golnya melewati sela kaki Perin dan mengembalikan keunggulan agregat untuk tim asal Turki itu.

Pukulan telak datang di penghujung laga. Wilfried Singo memberikan umpan terobosan yang memecah jebakan offside. Baris Alper Yilmaz lolos dan dengan dingin menaklukkan Perin. 7-5. Semua usaha Juventus selama satu jam lebih bermain dengan sepuluh orang, pupus sudah.

Kekalahan ini memperpanjang catatan suram Juventus di kancah Eropa. Sebaliknya, Galatasaray menunjukkan kekuatan mental yang luar biasa. Mereka tepat menghukum setiap kesalahan lawan di momen paling menentukan. Bagi Juventus, ini akhir yang pahit. Sebuah drama yang berakhir dengan kekecewaan.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar