Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Inggris yang dimulai Senin lalu, ternyata tak sekadar seremonial belaka. Menurut Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Dominic Jermey, lawatan ini akan menghasilkan sejumlah dokumen dan inisiatif penting yang sudah disiapkan.
Ini bukan kali pertama Prabowo ke Inggris. Kunjungan pada 2026 ini sebenarnya melanjutkan pembicaraan yang sudah dimulai dua tahun sebelumnya, tepatnya di tahun 2024. Waktu itu, Prabowo yang masih menjabat sebagai Menteri Pertahanan bertemu dengan Perdana Menteri Keir Starmer. Dari pertemuan itulah, benih kemitraan strategis antara Indonesia dan Inggris disepakati.
Jermey menjelaskan lebih detail soal komitmen itu.
“Ketika Presiden Prabowo dan PM Starmer terakhir kali bertemu di London, mereka berkomitmen untuk meluncurkan Kemitraan Strategis antara kedua negara guna mempererat hubungan secara lebih menyeluruh,” ujarnya.
Nah, menurutnya, kunjungan sekarang inilah momen untuk mewujudkan dan meluncurkan dokumen utama tersebut. Kemitraan yang dimaksud dibangun di atas empat pilar kunci. Pertahanan dan keamanan tentu saja jadi salah satunya. Lalu ada pertumbuhan ekonomi, yang disebut Jermey sebagai prioritas kedua pemimpin. Dua pilar lainnya menyangkut hubungan masyarakat dan sosial, serta isu-isu seputar iklim, energi, dan kelestarian alam.
Jadwal Presiden Prabowo selama di Inggris pun cukup padat. Selain bertemu dengan Raja Charles III dan tentu saja PM Starmer, dia juga akan berjumpa dengan berbagai kalangan. Mulai dari perwakilan dunia pendidikan, para pelaku bisnis, hingga aktivis organisasi lingkungan. Pertemuan-pertemuan ini menunjukkan bahwa kerja sama yang dibangun ingin menyentuh banyak aspek.
Mengingat ini sudah kunjungan kedua Prabowo, harapan pihak Inggris pun mengemuka. Dominic Jermey secara halus menyampaikan keinginannya agar Presiden RI itu berkenan mengundang PM Starmer untuk datang ke Indonesia.
“Saya sangat berharap Presiden Prabowo mengundangnya, dan bahwa undangan tersebut dapat membuka jalan bagi kunjungan itu,” harap Jermey.
Jadi, selain memperkuat dokumen kerja sama, lawatan ini juga dipandang sebagai batu loncatan untuk membalas kunjungan ke Jakarta di masa mendatang. Semuanya berjalan, tentu saja, dengan harapan hubungan kedua negara makin erat dan konkret.
Artikel Terkait
Bareskrim dan FBI Buru 2.400 Pembeli Alat Phishing Buatan Pasangan NTT, Kerugian Capai Rp350 Miliar
Empat Pelajar SMK di Lampung Barat Temukan Celah Keamanan Sistem Digital NASA, Diakui sebagai White Hacker Dunia
Trabzonspor Lolos ke Babak Berikutnya Piala Turki Usai Kalahkan Samsunspor Lewat Adu Penalti
Pabrik Minyakita di Sidoarho Curangi Takaran, Isi Jeriken 5 Liter Hanya 4,3 Liter