Suasana di ruang konferensi pers Stadion Gelora Kie Raha, Ternate, jauh lebih hening. Kontras sekali dengan keriuhan yang selama ini membayangi perjalanan PSM Makassar. Tapi jangan salah, ketenangan itu bukan berarti semuanya baik-baik saja. Pasukan Ramang jelas sedang tidak baik-baik saja.
Di hadapan para wartawan, Asisten Pelatih Ahmad Amiruddin berbicara dengan penuh kehati-hatian. Ia tak mau mengelak. Rentetan hasil buruk itu nyata dan sempat menggoyahkan kepercayaan diri anak asuhnya. Tapi, di balik semua tekanan itu, ada secercah harapan. Menurutnya, PSM belum kehilangan nyali untuk bangkit.
“Beberapa pemain penting akhirnya kembali,” ujarnya, membawa kabar baik jelang laga kontra Malut United di pekan ke-25 Super League 2025-2026.
Nama-nama seperti Victor Luiz, Savio Roberto, dan kiper Hilmansyah sudah bisa dimainkan lagi. Kehadiran mereka tentu jadi angin segar, memberikan opsi lebih banyak terutama untuk lini sayap dan pertahanan yang sempat terlihat goyah.
Namun begitu, kabar buruknya juga ada. Kondisi skuad ternyata paradoks.
Di saat yang sama, masih ada pemain yang harus menepi. Gledson Martins masih dalam pemulihan pasca sakit. Begitu pula dengan Salman Alfarid dan Ananda Raehan Lasinari yang belum fit seratus persen. Dinamika seperti ini, bagi Ahmad, sudah jadi makanan sehari-hari dalam kompetisi panjang. Tak ada tim yang sempurna sepanjang musim; yang penting adalah respons mereka.
Lalu, apa pesannya di tengah situasi tak ideal ini? Justru sesuatu yang sederhana.
Artikel Terkait
PBSI Pastikan Keberangkatan Tim Bulutangkis ke Swiss Open Tak Terganggu Konflik Geopolitik
Real Madrid Siapkan Anggaran Rp1,9 Triliun untuk Rekrut Bek dan Gelandang
PSM Makassar di Ambang Degradasi, Masa Depan Pelatih Tomas Trucha Dipertanyakan
Victor Luiz: Comeback di Tengah Tekanan untuk Bangkitkan PSM