Korlantas dan Gubernur Bali Koordinasi Pengamanan Operasi Ketupat, Nyepi, dan Kemala Run

- Kamis, 05 Maret 2026 | 20:45 WIB
Korlantas dan Gubernur Bali Koordinasi Pengamanan Operasi Ketupat, Nyepi, dan Kemala Run

Bali – Di Kantor Gubernur Bali, Kamis (5/3/2026) lalu, suasana terlihat cukup hangat. Irjen Agus Suryonugroho, sang Kepala Korps Lalu Lintas Polri, bertemu langsung dengan Gubernur Bali I Wayan Koster. Pertemuan itu bukan sekadar formalitas. Intinya, mereka berkoordinasi menyongsong Operasi Ketupat 2026 yang waktunya berdekatan dengan dua momen besar: arus mudik Lebaran dan Hari Raya Nyepi.

Koster sendiri tampak menyambut baik kunjungan ini. Menurutnya, koordinasi langsung seperti ini penting untuk menyamakan persepsi pengamanan. Apalagi, Bali akan menghadapi beberapa agenda sekaligus, mulai dari Operasi Ketupat, acara lari massal Kemala Run, hingga hari suci Nyepi.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kakorlantas yang melakukan audiensi untuk menyampaikan beberapa rencana kegiatan. Yang pertama adalah Operasi Ketupat dalam rangka mengamankan aktivitas lalu lintas selama mudik Lebaran. Yang kedua kegiatan Kemala Run, dan yang ketiga adalah pengamanan Hari Raya Nyepi," kata Koster.
Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho audiensi dengan Gubernur Bali I Wayan Koster di Kantor Gubernur, Kamis (5/3/2026). (Foto: Dok. Korlantas Polri)

Gubernur menegaskan komitmen penuh pemerintah daerah. Dukungan itu diberikan karena program pengamanan ini menyentuh langsung kehidupan warga Bali.

"Saya sebagai Gubernur tentu harus ikut berkontribusi mendukung apa yang menjadi rencana Bapak Kakorlantas, karena ini adalah program Bapak Kapolri yang harus kita sukseskan secara bersama-sama," ujarnya.

Nah, soal isu yang sempat ramai di media sosial mengenai benturan waktu Nyepi dan Idul Fitri, Koster memberikan penjelasan rinci. Katanya, kedua hari raya itu sebenarnya tidak bersamaan.

"Tidak berhimpit sebenarnya. Nyepi pada 19 Maret, kemudian Ngembak Geni tanggal 20 pagi. Sore harinya baru malam takbiran, karena Idul Fitri diperkirakan tanggal 21. Jadi tidak beririsan sebenarnya," jelasnya.

Untuk mengantisipasi segala kemungkinan, Pemprov Bali ternyata sudah bergerak lebih dulu. Mereka telah menyiapkan surat edaran bersama dengan seluruh majelis agama di Bali, termasuk tentu saja MUI setempat. Hasilnya? Semua sudah jelas dan disepakati bersama.

"Kami sudah membuat surat edaran bersama dengan semua majelis umat beragama di Bali, terutama dengan Majelis Ulama Indonesia. Jadi semuanya sudah clear dan tidak ada masalah," kata Koster.

Pembicaraan juga menyentuh rencana kegiatan Kemala Run. Event lari yang bakal diikuti sekitar 15 ribu orang ini sudah dapat lampu hijau. Lokasinya dinilai layak dan luas. Hanya saja, ada sedikit pekerjaan rumah terkait akses jalan menuju lokasi yang perlu diperbaiki.

"Tempatnya sangat layak dan luas, hanya ada akses jalan yang perlu diperbaiki. Tadi Kakorlantas juga sudah mengajak Kepala Balai Jalan untuk melakukan perbaikan segera dan saya akan mengawal ini," ujarnya.
Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho bersama Gubernur Bali I Wayan Koster. (Foto: Dok. Korlantas Polri)

Di sisi lain, Irjen Agus memaparkan bahwa audiensi ini adalah bagian dari upaya koordinasi menyeluruh. Tujuannya satu: memastikan semua kegiatan masyarakat berjalan aman dan lancar.

"Operasi Ketupat adalah operasi kemanusiaan. Jadi bukan hanya di bidang lalu lintas, bukan hanya mengamankan arus mudik dan arus balik, tetapi negara hadir dalam rangka mengamankan momentum sosial masyarakat," kata Irjen Agus.

Pengamanannya sendiri akan mencakup beberapa klaster vital. Mulai dari jalur tol, jalan arteri, pelabuhan penyeberangan seperti Gilimanuk-Ketapang, tempat ibadah, hingga kawasan wisata yang jadi andalan Bali. Maklum, pulau dewata ini selalu jadi tujuan favorit saat libur Lebaran.

Soal Kemala Run, Agus merasa senang. Dukungan dari Pemprov Bali disebutnya "luar biasa". Kolaborasi semacam ini diharapkan bisa memuluskan penyelenggaraan acara.

Lalu, bagaimana dengan penyeberangan di Pelabuhan Gilimanuk yang harus menyesuaikan dengan hari hening Nyepi? Menurut Kakorlantas, semua sudah diatur. Jam operasional buka dan tutupnya sudah ditetapkan, baik dari sisi Bali maupun Jawa. Laporan dari Dirlantas Polda Bali pun sudah diterima.

Pada intinya, sinergi antara Polri dan pemerintah daerah dianggap sebagai kunci utama. Hanya dengan kerja sama yang solid, keamanan dan kelancaran selama periode puncak itu bisa terwujud.

Usai pertemuan ini, agenda Kakorlantas di Bali masih berlanjut. Keesokan harinya, dia dijadwalkan menggelar kegiatan "Polantas Menyapa dan Melayani" bersama sejumlah komunitas, seperti ojek online, GP Ansor, dan pecalang. Semua itu bagian dari upaya menjaga Bali agar tetap kondusif.


(hri/eva)

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar