Hujan tak henti-hentinya mengguyur Desa Pasir Jambu, Sukaraja, Bogor, selama beberapa hari terakhir. Intensitasnya tinggi, dan tanah pun tak lagi sanggup menahan beban. Akibatnya, sebuah tebing di Kampung Setu Sela akhirnya ambruk.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, M Adam Hamdani, menjelaskan penyebabnya.
"Ini karena hujan deras dengan intensitas tinggi beberapa hari ke belakang, ditambah kondisi tanahnya yang memang sudah labil," ujarnya, Senin (9/2/2026).
Longsoran itu sendiri terjadi pada Minggu (8/2) malam. Menurut Adam, tebing yang runtuh itu ukurannya cukup signifikan: panjangnya mencapai 15 meter dengan tinggi sekitar 8 meter.
Untungnya, kabar buruk bisa dihindari. "Korban jiwa dan korban mengungsi nihil," tegasnya.
Memang, tidak ada rumah warga yang rusak langsung diterjang material longsor. Namun begitu, ancaman itu nyata. Sebanyak empat rumah warga kini berada dalam posisi terancam.
"Tidak ada kerusakan bangunan. Tapi, korban terancam ada 4 rumah dengan 4 KK, isinya total 16 jiwa," jelas Adam.
Hingga saat ini, keempat rumah tersebut masih ditempati oleh penghuninya. Sebagai langkah antisipasi, petugas BPBD Kabupaten Bogor sudah bergerak cepat. Mereka memasang terpal dan garis pembatas di area yang longsor untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.
Adam menambahkan, "Untuk saat ini rumah masih bisa ditempati. Sebagian material longsoran juga sudah berhasil dievakuasi oleh tim TRC BPBD bersama warga setempat."
Artikel Terkait
Dispar Bantul Tegaskan Pengambilan Foto di Pantai Parangtritis Boleh, Kecuali untuk Komersial
Arsenal Kukuhkan Puncak Klasemen Usai Tundukkan Sunderland 3-0
MA Izinkan Penahanan Ketua dan Wakil Ketua PN Depok Terjerat OTT KPK
Ketua MA Kecewa, Dua Hakim PN Depok Jadi Tersangka Suap