Embung Lapangan Merah Diresmikan, Solusi Banjir untuk Jagakarsa dan Sekitarnya

- Selasa, 09 Desember 2025 | 14:15 WIB
Embung Lapangan Merah Diresmikan, Solusi Banjir untuk Jagakarsa dan Sekitarnya

Selasa (9/12/2025) pagi, suasana di Srengseng Sawah, Jagakarsa, terasa berbeda. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, hadir untuk meresmikan Embung Lapangan Merah. Sebuah infrastruktur baru yang diharapkan bisa menjawab persoalan banjir yang kerap melanda kawasan itu.

Embung seluas hampir 5.000 meter persegi ini bukan proyek biasa. Menurut Pramono, dampaknya akan langsung dirasakan oleh tiga RW di Kecamatan Jagakarsa yang selama ini jadi langganan genangan air.

“Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, hari ini Selasa tanggal 9 Desember 2025, lanskap Embung Lapangan Merah kota administrasi Jakarta Selatan secara resmi dinyatakan diresmikan,”

demikian pengumuman resmi Gubernur di lokasi embung.

Fungsinya jelas: menampung air hujan agar tidak langsung membanjiri permukiman. Namun begitu, manfaatnya ternyata tak berhenti di batas administrasi Jakarta. Karena lokasinya yang strategis, berbatasan dengan Universitas Indonesia dan Kota Depok, daerah tetangga itu juga diprediksi ikut merasakan dampak positifnya.

“Embung ini kurang lebih luasnya 5.000, 4.900 lebih dikit lah. Dan ini akan mengurangi banjir di kecamatan ini kurang lebih 35-50 persen, dan memang catchment area nya 87 hektare cakupannya,”

ujar Pramono menjelaskan skala proyek.

Dia melanjutkan,

“Maka dengan demikian, secara signifikasi pasti ini akan mengurangi banjir di tempat ini, bukan hanya di Jagakarsa nya tapi juga tentunya di Depok karena ini pas perbatasan antara Jakarta Selatan dengan Depok.”

Sebelum embung ini berdiri, tiga RW tepatnya RW 15, 16, dan 18 kerap jadi korban banjir. Data dari lapangan menyebutkan, pembangunan ini diklaim mampu memotong risiko banjir di ketiga wilayah tersebut hingga 35 persen. Angka yang cukup signifikan untuk mengubah suasana hari-hari hujan.

“Tadi pak Santo sebagai Kepala Dinas Sumber Daya Air menyampaikan tiga kecamatan di tempat ini selama ini adalah tempat yang selalu banjir. Maka kemudian mengapa dibangun embung atau catchment area ini untuk mengurangi banjir kurang lebih 35 persen di 3 RW (15, 16, dan 18). Tapi intinya 3 RW mengalami pengurangan yang sangat signifikan banjir yang terjadi di tempat ini,”

tuturnya merinci.

Di sisi lain, Pramono juga menyelipkan pesan penting. Pembangunan saja tidak cukup. Perawatan dan partisipasi masyarakat sekitar menjadi kunci agar embung ini tetap berfungsi optimal dalam jangka panjang.

“Saya berharap bahwa jangan kita bisa membangun tapi tidak bisa merawat dengan baik. Karena saya melihat ini perannya luar biasa, tempatnya sangat strategis berbatasan dengan UI, Depok dan sebagainya,”

pintanya.

Kini, Embung Lapangan Merah telah berdiri. Tinggal menunggu bukti, apakah ia benar-benar bisa menjadi solusi yang dijanjikan saat musim hujan tiba.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler