Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mengambil langkah tegas dengan menempatkan dua saham ke dalam papan pemantauan khusus. Dua emiten yang dimaksud adalah PT Agung Menjangan Mas Tbk (AMMS) dan PT Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI).
Mulai sesi I perdagangan hari ini, Jumat (21 November 2025), kedua saham tersebut akan diperdagangkan menggunakan skema full-call auction atau FCA. Keputusan ini diumumkan BEI kemarin, Kamis (20/11).
Teuku Fahmi Ariandar, Kepala Divisi Peraturan dan Layanan Perusahaan Tercatat BEI, menegaskan bahwa perubahan ini resmi berlaku mulai tanggal 21 November 2025.
Latar belakang pemindahan ini ternyata cukup menarik. Menurut aturan yang berlaku, kedua saham memenuhi kriteria nomor 10 yakni saham yang terkena suspensi lebih dari satu hari akibat aktivitas perdagangan tertentu. Alasan suspensinya? Lonjakan harga yang benar-benar signifikan.
Saham AMMS, misalnya, tercatat melesat 57 persen hanya dalam sebulan terakhir. Tapi yang lebih fantastis lagi, jika dilihat sejak awal tahun 2025, kenaikannya mencapai level yang sulit dipercaya: 1.100 persen! Kenaikan gila-gilaan ini didorong kabar masuknya Radiant Ruby Company Ltd sebagai calon pengendali baru.
Sementara itu, FPNI juga tak kalah panas. Sahamnya meroket 248 persen dalam sebulan, didorong oleh peresmian fasilitas petrokimia milik PT Lotte Chemical Indonesia di Cilegon, Banten, awal bulan ini.
Dengan kondisi seperti ini, wajar saja BEI merasa perlu mengawasi ketat pergerakan kedua saham tersebut.
Artikel Terkait
Rupiah Menguat 114 Poin ke Rp17.944 Usai BI Naikkan Suku Bunga, Konflik Iran-AS Kembali Memanas
IHSG Melonjak 3,14 Persen, Saham Bank dan Konglomerasi Dorong Rebound
Bursa Asia Terpuruk, Harga Minyak Melonjak Akibat Serangan AS ke Iran
IHSG Dibuka Melemah Tipis ke Level 5.744, Mayoritas Sektor Tertekan