Soal layanan digital, bank ini tak ketinggalan. Mereka telah menyebarkan hampir satu juta kartu uang elektronik e-money ke seluruh Indonesia. Fitur Livin’ Sukha dalam aplikasi Livin’ by Mandiri juga diandalkan untuk memudahkan transaksi seperti beli tiket pesawat, kereta, hingga pengajuan kredit.
“Transformasi ini menjadi bukti nyata komitmen dan sinergi berkelanjutan Bank Mandiri untuk memberikan solusi finansial yang cepat, mudah, dan aman,” tegas Adhika.
Namun begitu, di balik kemudahan digital, ada imbauan penting. Bank Mandiri mengingatkan nasabah untuk selalu menjaga kerahasiaan data pribadi. Masyarakat diminta berhati-hati terhadap pihak mana pun yang mengatasnamakan bank, terutama saat meminta data sensitif.
Edukasi ini relevan melihat tren penggunaan platform digital mereka yang melesat. Hingga Oktober 2025, Livin' by Mandiri telah diunduh hampir 35,8 juta kali. Platform itu mencatatkan 3,3 miliar transaksi dengan nilai fantastis, Rp3.621,8 triliun naik 9% dari tahun sebelumnya.
Adhika menutup pernyataannya dengan pesan yang lebih luas. “Digitalisasi bukan hanya tentang transformasi teknologi, tetapi tentang sinergi, akselerasi, dan komitmen dalam memberikan nilai tambah bagi masyarakat.”
Baginya, kehadiran Bank Mandiri harus menjadi bagian dari penggerak ekonomi kerakyatan yang inklusif. Persiapan Nataru tahun ini, dengan segala alokasi dan antisipasinya, adalah salah satu wujud nyatanya.
Artikel Terkait
Mentan Zulhas Pastikan Konflik Timur Tengah Tak Pengaruhi Ketahanan Pangan Nasional
Laba Bersih Bank Jago Melonjak 114% pada 2025, Didorong Pertumbuhan Nasabah
RUU Hak Cipta Usulkan Karya Jurnalistik Dilindungi Hak Eksklusif dan Royalti
Pemerintah Rencanakan Pagar Raksasa untuk Atasi Konflik Gajah-Manusia di Way Kambas