Operasi SAR Resmi Dihentikan, 145 Korban Masih Dinyatakan Hilang

- Jumat, 09 Januari 2026 | 19:00 WIB
Operasi SAR Resmi Dihentikan, 145 Korban Masih Dinyatakan Hilang

Pencarian korban bencana di Sumatra Utara dan Sumatra Barat secara resmi telah dihentikan. Demikian pernyataan yang disampaikan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Jumat lalu. Meski begitu, bukan berarti operasi ditutup total.

Tim SAR masih akan tetap disiagakan di lokasi. Mereka siap bergerak jika ada informasi baru dari warga.

“Untuk Sumatra Utara dan Sumatra Barat, proses pencarian ini sudah dihentikan, tapi tim SAR masih terus stand by,” jelas Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB.

Menurutnya, langkah ini bersifat responsif. Artinya, jika ada laporan dari masyarakat tentang titik tertentu yang diduga ada korban, tim akan segera turun ke lapangan untuk memeriksanya.

“Artinya jika ada informasi dari masyarakat, ada informasi lokasi atau posisi yang mungkin diidentifikasi sebagai korban maka tim SAR akan melakukan pencarian di titik tersebut,” ucap Abdul.

Data terbaru yang dirilis BNPB per Jumat itu sungguh memilukan. Korban tewas akibat rentetan bencana di Sumatra telah mencapai 1.182 jiwa. Sementara itu, 145 orang lainnya masih tercatat hilang dan belum ditemukan.

Rinciannya, Aceh mencatat korban jiwa tertinggi, yaitu 544 orang. Disusul oleh Sumatra Utara dengan 374 korban, dan Sumatra Barat sebanyak 264 orang.

Di sisi lain, dari 145 orang yang hilang, sebanyak 72 orang di antaranya berasal dari Sumatra Barat. Sumatra Utara menyumbang 42 orang, dan Aceh sebanyak 31 orang. Angka-angka ini menggambarkan betapa dahsyatnya dampak bencana yang melanda wilayah tersebut.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar