Polisi, pemda, kementerian, dan lembaga terkait diminta untuk memeriksa setiap proyek dan rantai distribusi. Tujuannya jelas: mencegah oknum-oknum yang berusaha melipatgandakan harga atau memanipulasi bantuan untuk warga.
Momen paling mengharukan mungkin saat Prabowo mencoba menghubungi Bupati Aceh Tengah. Wilayah itu terisolasi parah, jaringan komunikasi rusak. Percakapan lewat sambungan yang tersendat-sendat itu tak sempurna. Tapi pesannya jelas terdengar: terima kasih dan semangat.
“Saya nanti terima kasih pengabdianmu. Tabah selalu. Saya akan berusaha nengok kalian kesempatan pertama,” ujarnya.
Komitmen untuk turun ke lapangan ditegaskan kembali. “Saya mau nengok kalian, saya mau lihat muka-muka kalian,” ucap Prabowo.
Menjelang akhir rapat yang berlangsung hingga larut, suasana semakin hening. Prabowo memanjatkan doa, memohon kekuatan bagi rakyat Indonesia yang sedang diuji. Suaranya kembali bergetar. Kali ini, saat menyampaikan rasa bangganya yang terdalam.
“Terima kasih, saya bangga, saya bangga dengan pengabdian saudara-saudara. Terima kasih,” kata dia.
Ucapan itu sekaligus menjadi penutup. Rapat berakhir dengan salam dan sebuah harapan kolektif: agar seluruh bangsa diberi perlindungan dan kekuatan untuk melewati masa-masa sulit ini.
Artikel Terkait
Mentan Zulhas Pastikan Konflik Timur Tengah Tak Pengaruhi Ketahanan Pangan Nasional
Laba Bersih Bank Jago Melonjak 114% pada 2025, Didorong Pertumbuhan Nasabah
RUU Hak Cipta Usulkan Karya Jurnalistik Dilindungi Hak Eksklusif dan Royalti
Pemerintah Rencanakan Pagar Raksasa untuk Atasi Konflik Gajah-Manusia di Way Kambas