Pemerintah ternyata belum berhenti bergerak. Setelah getol memberantas praktik thrifting alias jualan baju bekas impor, langkah penertiban bakal diperluas. Kali ini, sasarannya adalah banjir barang-barang baru dari China yang membanjiri pasar kita. Masuknya sangat masif, dan ini jadi perhatian serius.
Menurut Menteri UMKM Maman Abdurrahman, pemerintah sedang menyiapkan sejumlah pembatasan. Targetnya jelas: barang-barang impor asal China yang masuk tanpa label, tanpa identitas produk yang jelas, dan tentu saja, tanpa pengawasan kualitas yang semestinya.
Barangnya macam-macam. Mulai dari pakaian, sepatu, celana, sampai ke jam tangan dan berbagai perlengkapan lainnya. Mereka datang berpeti-peti, kontainer demi kontainer, tapi nyaris tak ada saringan yang ketat. “Ini yang lagi mau kita dalami dan batasi,” ujar Maman.
Dia menegaskan hal ini usai menghadiri acara Indonesia Sport Summit 2025 di Jakarta, Minggu lalu.
“Supaya barang kita juga bisa bersaing,” tambahnya.
Artikel Terkait
Mentan Zulhas Pastikan Konflik Timur Tengah Tak Pengaruhi Ketahanan Pangan Nasional
Laba Bersih Bank Jago Melonjak 114% pada 2025, Didorong Pertumbuhan Nasabah
RUU Hak Cipta Usulkan Karya Jurnalistik Dilindungi Hak Eksklusif dan Royalti
Pemerintah Rencanakan Pagar Raksasa untuk Atasi Konflik Gajah-Manusia di Way Kambas