Jakarta Utara masih berjuang melawan banjir rob. Sudah beberapa hari ini, air laut tak mau beranjak dari kawasan pesisir, termasuk kawasan bersejarah Pelabuhan Sunda Kelapa di Pademangan. Sabtu lalu, suasana di sana mirip dengan danau luas, dengan genangan air yang diperkirakan mencapai satu meter.
Akses jalan menuju pelabuhan praktis lumpuh. Hanya truk-truk kontainer dan kendaraan besar yang masih nekat melintas. Itu pun dengan susah payah. Lalu lintas macet total, kendaraan merayap pelan sambil antre panjang. Situasinya benar-benar kacau.
Namun begitu, masalahnya tak cuma sampai di situ. Aktivitas inti pelabuhan, yaitu bongkar muat barang, ikut mandek total. Risiko kerusakan barang dan keselamatan pekerja dinilai terlalu tinggi untuk dipaksakan.
Jupri, seorang sopir truk kontainer yang terjebak di lokasi, menggambarkan situasi yang lebih parah di dalam area pelabuhan.
“Macet, nggak bisa aksesnya. Gimana mau bongkar muat? Di dalam lebih parah, di pelabuhan lebih parah,” ujarnya.
Ia menambahkan, banyak rekan-rekannya memilih untuk berhenti sejenak. “Ya kegiatan dihentikan sementara, nggak bisa jalan. Kalau banjir begini gimana mau bongkar muat? Barang-barang berisiko. Nunggu air surut dulu,” kata Jupri lagi.
Artikel Terkait
Lebaran 2026: Lebih dari Setengah Tiket Kereta Jarak Jauh dari Jakarta Telah Terjual
Pemerintah Batasi Truk 13-29 Maret 2026 untuk Antisipasi Macet Mudik Lebaran
Lebih dari 14 Ribu Jamaah Umrah Indonesia Dipulangkan Imbas Ketegangan di Timur Tengah
APBN Defisit Rp135,7 Triliun, Penerimaan Pajak Tumbuh 30 Persen